Konten dari Pengguna

Letak dan Makna Prasasti Tugu sebagai Sumber Sejarah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prasasti Tugu merupakan sumber sejarah kerajaan Tarumanegara. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prasasti Tugu merupakan sumber sejarah kerajaan Tarumanegara. Sumber: unsplash.com

Bicara soal sejarah Indonesia memang selalu menjadi hal yang menarik. Sebab, ada banyak cerita sejarah Indonesia beserta peninggalannya yang bisa Anda pelajari. Salah satunya adalah tentang prasasti tugu. Jadi, Prasasti Tugu merupakan sumber sejarah kerajaan Tarumanegara. Jika Anda ingin tahu informasi selengkapnya seputar Prasasti Tugu, simak artikel ini sampai akhir, ya.

Prasasti Tugu

Ilustrasi prasasti tugu sebagai sumber sejarah. Sumber: unsplash.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Prasasti Tugu adalah sumber sejarah kerajaan Tarumanegara. Prasasti ini konon dibuat ketika masa pemerintahan Raja Purnawarman yang berbentuk puisi anustubh. Secara umum, prasasti ini menceritakan tentang penggalian Sungai Cadrabaga yang dilakukan oleh Rajadirajaguru serta penggalian saluran yang bernama Gomati dengan panjang 11-12 km oleh Purnawarman.

Prasasti Tugu ini dipahat pada sebuah batu andesit yang berbentuk bulat panjang setinggi kurang lebih satu meter. Adapun dalam batu prasasti tersebut, terdapat lima pahatan baris pesan yang ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.

Berikut ini adalah bunyi daripada isi Prasasti Tugu sebagai sumber sejarah peninggalan kerajaan Tarumanegara dikutip dari buku Seri Pendalaman Soal IPS Kelas 7, 8, dan 9 SMP/MTs karya Tim Tentor Eduka (2020:62).

pura rajadhirajena guruna pinabahuna khata khyatam purim prapya

candrabhagarnnavam yayau, pravarddhamane dvavingsad vatsare sri gunau jasa narendradhvajabhutena srimata purnavarmmana,

prarabhya phalguna mase khata krsnastami tithau caitra sukla trayodasyam dinais siddhaikavingsakaih,

ayata satsahasrena dhanusamsasatena ca dvavingsena nadi ramya gomati nirmalodaka,

pitamahasya rajarser vvidaryya sibiravanim brahmanair ggo sahasrena prayati krtadaksina,

Sedangkan arti dari bunyi prasasti tugu adalah sebagai berikut.

Dulu (sungai yang bernama) Candrabhaga telah digali oleh maharaja yang mulia dan mempunyai lengan kencang dan kuat, (yakni Raja Purnawarman) untuk mengalirkannya ke laut, setelah (sungai ini) sampai di istana kerajaan yang termahsyur.

Di dalam tahun ke-22 dari takhta Yang Mulia Raja Purnawarman yang berkilau-kilauan karena kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi panji segala raja, (maka sekarang) beliau menitahkan pula menggali sungai yang permai dan berair jernih, Gomati namanya, setelah sungai itu mengalir di tengah-tengah tanah kediaman Sang Pendeta Nenekda (Sang Purnawarman).

Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, tanggal 8 paro-petang bulan Phalguna dan disudahi pada hari tanggal 13 paro-terang bulan Caitra, jadi hanya 21 hari saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 tumbak (11 km).

Selamatan baginya dilakukan oleh para brahmana disertai 1.000 ekor sapi yang dihadiahkan.

Demikian letak dan makna Prasasti tTgu sebagai sumber sejarah yang menarik untuk diketahui. (Anne)