Konten dari Pengguna

Lirik dan Makna Lagu Bunga Tidur yang Dinyanyikan Tulus

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makna lagu bunga tidur - Sumber: pexels.com/@pavel-danilyuk/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makna lagu bunga tidur - Sumber: pexels.com/@pavel-danilyuk/

Bagi yang pernah mendengarnya, makna lagu "Bunga Tidur" yang dinyanyikan oleh Tulus pasti membuat penasaran. Banyak orang merasa penasaran dengan lirik suatu lagu karena sering menyimpan makna yang dalam, emosional, atau bahkan misterius.

Ketika seseorang mendengar lagu yang liriknya menyentuh hati, membingungkan, atau terasa relate dengan pengalaman pribadi. Biasanya, secara alami muncul rasa ingin tahu, seperti apa sebenarnya maksudnya atau apa pesan yang ingin disampaikan.

Makna Lagu Bunga Tidur dari Tulus: Lelah tapi Tidak Ingin Terlihat

Ilustrasi makna lagu bunga tidur - Sumber: pexels.com/@sound-on/

Makna lagu "Bunga Tidur" menggambarkan seseorang yang sedang mengalami pergolakan batin. Ia penuh dengan kebingungan dan tekanan emosional yang campur aduk tapi memilih menyembunyikan semua itu di balik musik.

Berikut adalah lirik lengkapnya yang ditulis ulang dari www.musixmatch.com.

Bekas gincu di sudut bibir kiri

Di depan cermin Sabtu pagi

Aku tak tau, ini punya siapa?

Cukup jauh dari mabuk rasanya

Dan ku tak bermimpi, entahlah

Ini pertanda apa?

Sering malu karena sujud

Hanya bila tertekan

Duhai pria yang mengaku-ngaku dewasa

Konon kebal membeku

Dididihkan pun tak mampu

Ini dia si jago pemalu

Bila kau pikir aku sekuat itu

24-7 aku bahagia, hoo

Kau salah kawan

Ku dilindungi dendangan

Ini musikku

Dia pagar jarak pandangmu

Mustahil tak bercelah

Di depan cermin Sabtu pagi

Aku bicara dengan pantulanku

Bunga tidur bisa membawamu terkubur

Jauh dari sekedar akar

Hantui pikiran

Kadang ku jatuh cinta

Kadang naik si pitam

Kadang gelap malam

Kadang semua tuli

Kau salah kawan

Ku dilindungi dendangan

Ini musikku

Dia pagar jarak pandangmu

Kau salah kawan

Ku dilindungi dendangan

Ini musikku

Dia pagar jarak pandangmu

Selama kulihat engkau senang

Yang lainnya kusimpan sendiri

Du, du-du-du-du

Du-du-du-du-du-du-du

Du-du-du-du, du-du, du-du-du

"Bekas gincu di sudut bibir kiri...". Lirik ini menggambarkan kebingungan dan kecurigaan. Ada sesuatu yang janggal terjadi (bekas gincu) tapi si penyanyi tidak tahu bagaimana bisa terjadi. Bisa dimaknai sebagai simbol kehilangan kontrol atau ketidaktahuan akan diri sendiri dan lingkungannya.

Kemudian lirik "Sering malu karena sujud hanya bila tertekan..." adalah bagian yang menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan karena hanya mengingat Tuhan saat sedang kesulitan. Ini adalah bentuk refleksi diri tentang kedewasaan dan spiritualitas.

"Bila kau pikir aku sekuat itu...". Di sini, dia ingin menegaskan bahwa dirinya tidak sekuat yang orang kira. Meski tampak bahagia, sebenarnya dia menyembunyikan luka dan kesedihan lewat musik. Musik menjadi tameng dan pelindung emosinya.

Disambung dengan kalimat "Mustahil tak bercelah...". Artinya ia menyadari bahwa dirinya tidak sempurna. Lagu atau musik menjadi media untuk bicara dengan diri sendiri, menghadapi mimpi, trauma, dan ketakutan.

Bagian paling jujur dari lagu ini terletak pada lirik: "Selama ku lihat engkau senang, yang lainnya ku simpan sendiri". Ini menggambarkan ia yang rela memendam semua luka dan emosi, asal orang lain atau orang terdekatnya tetap bahagia.

Berdasarkan buku Panduan Menulis Lirik Lagu, Andre Salim, (2024), lirik lagu biasanya dibuat dengan makna tersirat atau simbolik yang tidak langsung dimengerti saat pertama kali didengar. Itulah mengapa banyak pendengar ingin menggali lebih dalam maknanya.

Baca Juga: Makna Lagu Cahaya - Tulus, tentang Seseorang yang Paling Berharga

Makna lagu "Bunga Tidur" dari Tulus adalah curahan hati tentang kelelahan emosional, pencarian makna hidup, dan usaha untuk bertahan dengan bantuan musik sebagai pelarian dan perlindungan. Liriknya puitis dan reflektif, sangat cocok untuk yang sedang merasa “penuh" tapi tidak tahu harus cerita ke siapa. (DNR)