Lirik dan Makna Lagu Ego dan Logika - Sapatah FG

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sempat viral digunakan sebagai sound di aplikasi TikTok, menjadikan banyak orang penasaran dengan makna lagu Ego dan Logika dari Sapatah FG. Apalagi ternyata lagu tersebut hanya terdiri dari dua baris kalimat.
Lagu sering mencerminkan perasaan yang dialami seseorang, seperti cinta, kehilangan, kebahagiaan, atau kekecewaan. Saat mendengarkan suatu lagu, terkadang orang jadi ingin tahu apakah liriknya sesuai dengan pengalaman mereka sendiri.
Makna Lagu Ego dan Logika dari Sapatah FG
Sapatah FG menyanyikan lagu berjudul Ego dan Logika yang ternyata merupakan bagian refrain dari lagu Lara milik Dialog Senja. Lara mengisahkan perasaan kehilangan dan konflik batin seseorang setelah berakhirnya sebuah hubungan.
Lirik bagian refrain yang digunakan oleh Sapatah FG adalah:
Ego t'lah menghasut ku tuk kembali padamu
Namun logika berkata baiknya ku menjauh
Pada bagian ini, bisa dibilang bahwa makna lagu Ego dan Logika menekankan pertarungan batin seseorang. Rasa bingung antara keinginan untuk kembali dan kesadaran untuk menjauh demi kebaikan diri.
Liriknya menggambarkan upaya untuk melupakan kenangan bersama mantan kekasih. Meskipun ego menghasut untuk kembali, sementara logika menyarankan untuk menjauh.
Untuk lebih memahami isi lagunya, berikut adalah lirik lagu tersebut yang ditulis ulang dari lirik.my.id.
Ketika senja datang
Kumerasa setengah diriku menghilang
Bagaikan tak berdosa
Kau hancurkan rasa yang selama ini ku tanam
Saat semuanya telah pergi
Bayangmu kembali mengisi
Entah apa yang kau mau
Ku tak berhak lagi tuk mengungkit kembali
Menghapus tinta yang pernah kau lukis di kanvas hatiku
Merobek semua bayangan yang tampak di relung sukma ku
Uuuu
Ego t'lah menghasut ku tuk kembali padamu
Namun logika berkata baiknya ku menjauh
Jauh
Ego t'lah menghasutku
Tuk kembali padamu
Lara t'lah membawaku
Untuk pergi menjauh
Menghapus tinta yang pernah kau lukis di kanvas hatiku
Merobek semua bayangan yang tampak di relung sukma ku
Ego t'lah menghasut ku tuk kembali padamu
Namun logika berkata baiknya ku menjauh
Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang mengalami perasaan kehilangan dan kekecewaan setelah hubungan yang dalam hancur. Paragraf pertama lagu adalah puisi. "Ketika senja datang"—yang sering melambangkan perasaan nostalgia dan kesedihan—ia merasa kehilangan sebagian dari dirinya, seolah-olah kehadiran seseorang yang dulu begitu berarti kini menghilang tanpa jejak.
Meskipun orang yang dicintainya telah pergi dan merusak perasaan yang selama ini ia bangun, bayang-bayang masa lalu tetap menghantuinya. Akan tetapi, ia menyadari bahwa ia tidak berhak lagi untuk mengungkit hubungan itu, karena semuanya telah berlalu.
Lirik "Menghapus tinta yang pernah kau lukis di kanvas hatiku, merobek semua bayangan yang tampak di relung sukma ku" menggambarkan upaya untuk melupakan kenangan dan menghapus jejak yang ditinggalkan oleh mantan kekasih. Ia ingin menghilangkan perasaan dan bayangan yang masih melekat di hatinya.
Konflik batin dalam lagu ini terlihat dari bagian "Ego t'lah menghasutku tuk kembali padamu, namun logika berkata baiknya ku menjauh." Ini menunjukkan bahwa ada pertarungan antara perasaan dan akal sehat.
Di satu sisi, ia masih memiliki keinginan untuk kembali bersama. Akan tetapi di sisi lain, ia sadar bahwa yang terbaik adalah menjauh dan melepaskan diri dari hubungan tersebut.
Berdasarkan buku Love and Fear, Wisnu Prayudha, (2010), ego dan logika sebaiknya seimbang dalam hubungan cinta. Alasannya karena keduanya berperan dalam menjaga kestabilan emosi dan pengambilan keputusan.
Dalam lagu tersebut, pada akhirnya, keputusan untuk pergi dan menjauh tampaknya menjadi pilihan terbaik meskipun sulit. Ini terjadi karena luka yang ditinggalkan dari hubungan itu sudah terlalu dalam.
Baca Juga: Makna Lagu Teruntuk Mia yang Viral dan Lirik Lagu untuk Dinyanyikan
Jadi, bisa disimpulkan makna lagu Ego dan Logika dari Sapatah FG ini menggambarkan dilema antara mengikuti ego atau logika dalam menghadapi perasaan terhadap mantan kekasih. (DNR)
