Lirik Lagu Cindai Siti Nurhaliza dan Maknanya, Fan Harus Tahu

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lirik lagu Cindai Siti Nurhaliza dan maknanya banyak dicari oleh para penggemar. Siti Nurhaliza merupakan seorang penyanyi, aktris, penulis lagu, produser rekaman, presenter televisi dan pengusaha asal Malaysia.
Sejak debut hingga saat ini, Siti Nurhaliza sudah merilis banyak lagu dan album, yang meledak di pasaran. Selain terkenal di Malaysia, Siti Nurhaliza juga populer di Indonesia.
Lirik Lagu Cindai Siti Nurhaliza dan Maknanya yang Perlu Dipahami
Dikutip dari Mengamati Daun-Daun Kecil Kehidupan, Bintang (2007:23), Siti Nurhaliza dilahirkan pada 11 Januari 1979 di Kampung Awah, Temerloh, Pahang, Malaysia. Siti Nurhaliza merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.
Siti Nurhaliza mempunyai banyak lagu yang populer, salah satunya “Cindai” yang dirilis pada 1997. Para penggemar perlu mencatat lirik lagu Cindai Siti Nurhaliza dan maknanya. Inilah lirik “Cindai” yang ditulis ulang dari lyrics.lyricfind.com.
Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagailah mana hendak berhias
Cerminku retak seribu
Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku
Hias cempaka kenanga tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang
Hendaklah hendak hendak ku rasa (rasa sayang)
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya
Tingginya tidak terlawan
Janganlah jangan jangan ku hiba (rasa sayang)
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta (rasa sayang)
Merajuk bukan berpanjangan
Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Bidukku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi
Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati
Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali
Hendaklah hendak hendak kau rasa (rasa sayang)
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya (rasa sayang)
Tingginya tidak terlawan
Janganlah jangan jangan kau hiba (rasa sayang)
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta (rasa sayang)
Merajuk bukan berpanjangan
Hendaklah hendak hendak kau rasa (rasa sayang)
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah (tidak tidak ku daya)
Tingginya tidak terlawan
Janganlah jangan jangan kau hiba (aduh sayang)
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah (bukan bukan ku pinta)
Merajuk bukan berpanjangan
Lirik lagu “Cindai” mengandung makna tentang perjalanan cinta seorang wanita. Lagu ini menjelaskan bahwa cinta tidak muncul begitu saja, melainkan muncul karena adanya perhatian, kebaikan, serta ketulusan dari seseorang.
Kata cindai merujuk pada sejenis kain yang halus dan indah. Sedangkan, cindai dalam lagu ini menjadi sebuah kiasan untuk menggambarkan perasaan yang lembut dan mudah terluka. Lirik lagu “Cindai” menggunakan banyak perumpamaan yang menyimbolkan perasaan yang mudah berubah dan sulit ditebak.
Lagu ini juga mengajarkan kepada para pendengarnya bahwa kehidupan dan hubungan percintaan tidak seindah yang terlihat di luar karena ada cobaan di baliknya. Lirik lagu ini menggunakan ular berbisa dan tidak berbisa sebagai kiasan ujian kecil dapat dilalui dan ujian besar akan sangat menyakitkan.
Bulan dan bintang dalam lirik lagu ini merupakan simbol dari saling melengkapi. Bulan dan bintang digunakan untuk menggambarkan bahwa hidup dan cinta indah karena ada pasangan.
“Cindai” menjelaskan bahwa kisah atau hubungan percintaan memang indah. Namun, perlu diingat bahwa selalu ada ujian dalam hidup. Lagu ini juga mengandung makna bahwa cinta sejati adalah pasangan yang serasi dan bisa saling melengkapi.
Baca juga: Lirik Lagu Kalah Weton - Dinda Teratu Beserta Maknanya
Demikian lirik lagu Cindai Siti Nurhaliza dan maknanya. Gunakan lirik lagu tersebut untuk panduan ketika bernyanyi. (KRIS)
