Konten dari Pengguna

Lirik Lagu Gundul Pacul dan Maknanya bagi Masyarakat Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuliskan lirik lagu Gundul Pacul. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Tuliskan lirik lagu Gundul Pacul. Sumber: pexels.com

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki berbagai lagu daerah yang hingga kini masih dilestarikan. Salah satu yang paling populer adalah lagu Gundul Pacul dari Jawa Tengah. Sayangnya, siswa kerap bingung saat diminta untuk tuliskan lirik lagu Gundul Pacul.

Hal ini mungkin disebabkan karena Gundul Pacul ditulis menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Jawa. Jadi, siswa kesulitan dalam menuliskan lirik lagu tersebut melalui bahasa tulisan. Oleh karena itulah, tak jarang siswa akan mencari informasi lirik lagu dan makna dari lagu tersebut.

Lirik Lagu Gundul Pacul dan Maknanya

Tuliskan lirik lagu Gundul Pacul. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk SD/MI Kelas V, Murwani Dewi Wijayanti dan Armi (2023:20), berikut ini adalah lirik lagu Gundul Pacul dalam bahasa Jawa.

Gundul gundul pacul cul, gembelengan

Nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar.

Sedangkan terjemahan dari lagu di atas adalah sebagai berikut.

Gundul gundul cangkul kul, besar kepala

Menjunjung bakul (wadah dari anyaman bambu), besar kepala

Bakul terguling, nasinya tumpah memenuhi halaman

Bakul terguling, nasinya tumpah memenuhi halaman.

Secara umum, lirik lagu Gundul Pacul ini mengingatkan setiap manusia agar tetap bersahaja dan tidak sombong, besar kepala, atau congkak. Selain itu, lagu ini juga bisa menjadi pengingat bagi para pemimpin dari tingkat terendah hingga tertinggi agar selalu rendah hati dan tidak semena-mena.

Arti tersebut mengacu pada kata gundul yang berarti kepala atau bisa juga dipahami sebagai tokoh dan pemimpin.

Sedangkan dalam falsafah hidup masyarakat Jawa, semua orang akan menanggung perbuatan buruknya sendiri. Hal ini tercermin dari lirik terakhir, di mana orang yang sombong akan jatuh terguling atau mengalami kehancuran atas segala perbuatan yang pernah dilakukannya.

Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu Daerah Apuse

Hingga kini lagu Gundul Pacul masih eksis dalam kehidupan masyarakat Jawa sebagai lagu permainan anak-anak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya para generasi muda untuk tetap melestarikan kesenian lagu daerah agar tidak punah tergerus zaman. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya. (Anne)