Lirik Lagu Pujaningsih Niken Salindry dan Maknanya Tentang Perasaan Cinta

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu bahasa Jawa kini banyak disukai oleh masyarakat. Ada banyak lagu berbahasa Jawa yang telah diproduksi. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah “Pujaningsih”. Tak mengherankan banyak yang penasaran dengan lirik lagu Pujaningsih Niken Salindry dan maknanya.
Banyak penikmat musik yang tidak memahami arti dari lirik “Pujaningsih”. Hal itu karena seluruh lirik ditulis dalam bahasa Jawa.
Lirik Lagu Pujaningsih Niken Salindry dan Maknanya
Lagu berbahasa Jawa sepertinya kini semakin di depan. Lagu Jawa saat ini banyak disukai oleh penikmat musik. Tak mengherankan jika kini ada banyak lagu dengan lirik bahasa Jawa.
Salah satu lagu berbahasa Jawa yang menjadi favorit masyarakat adalah “Pujaningsih”. “Pujaningsih” adalah lagu yang diciptakan oleh R.W. Aziz dan Agus B. Lagu tersebut pertama kali rilis di kalaan YouTube pada bulan Agustus 2024 lalu.
“Pujaningsih” pertama kali dinyanyikan oleh penyanyi pria bernama Wisnu Jaya. Lagu tersebut kemudian semakin melejit setelah dibawakan oleh penyanyi terkenal lainnya seperti Silvy Kumalasari, Happy Asmara, dan Niken Salindry.
“Pujaningsih” yang dinyanyikan oleh Niken Salindry di kanal YouTube Kembar Music Digital hingga kini mendapatkan lebih dari empat belas juta penonton. Lagu ini banyak disukai karena selain nadanya yang merdu, liriknya juga indah. Berikut lirik lagu "Pujaningsih" Niken Salindry dan maknanya.
Duh sang mustikaning asmoro
Sun kayungyun mring handiko
Yen jawato ngelilanono
Bakal tak pundhuh kromo
Purwakane pagut netro trus andulu
Nadyan datan andangu
Nanging wus tumekeng kalbu
Mbabar pajar pindho sloko binabar
Sepisan anjawat kang asto
Koyo koyo wus antuk swargo
Opo iyo iki tresno
Tresno kang sanyoto
Temah agawe kunjono popo
Lunging gadhung hangayun ayun
Duh sang mustikaning asmoro
Sun kayungyun mring handiko
Yen jawoto ngelilanono
Bakal tak pundhuh kromo
Mugo kasembadan
Tak jongko srono
Manembah mring sang hyangwidi
Mugio peparing margi
Margi kang waluyo jati
Duh duh aduh sang mustikaning asmoro
Duh sang mustikaning asmoro
Sun kayungyun mring handiko
Yen jawato ngelilanono
Bakal tak pundhuh kromi
Tak mulyake pindho prameswari
Mbalung janur, dadyo usodo kang sayekti
Mbalung janur, dadyo usodo kang sayekti
Lagu dengan melodi yang sangat lembut ini menggambarkan perasaan cinta yang begitu mendalam. Lirik lagu “Pujaningsih” ditulis menggunakan metafora dan bahasa Jawa halus.
Dikutip dari buku Menulis dengan Hati Membangun Karya yang Berbicara, Yanti, et al. (2025:70), metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung, berfungsi untuk memperkuat makna pesan yang disampaikan.
Selain metafora, lirik lagu juga ditulis dengan puitis untuk menggambarkan rasa cinta sang penyanyi. Pada liriknya, terdapat metafora yang menggambarkan bahwa cinta sejati merupakan suatu yang berharga dan sakral. Cinta seperti sebuah pusaka yang memiliki kekuatan besar.
Pada lagu ini juga digambarkan bahwa cinta tidak hanya berfokus pada fisik. Melainkan juga fokus pada hati dan jiwaa yang terikaat dalam sebuah hubungan. Lirik lagu “Pujaningsih” mengandung doa dan harapan penyanyi dalam menjalin cinta dengan kekasih atau pasangannya.
Baca juga: Makna Lagu Zona Nyaman yang Dinyanyikan Fourtwnty
Lirik lagu "Pujaningsih" Niken Salindry dan maknanya menggambarkan tentang perasaan cinta yang mendalam. Seluruh pesan tersebut ditulis dalam metafora dan lirik berbahasa Jawa yang puitis. (FAR)
