Lirik Sholawat Huwannur Lengkap dengan Gambaran Maknanya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholawat Huwannur merupakan lagu atau lantunan religi yang menceritakan tentang Nabi Muhammad saw. Hal itu dapat terlihat dari rangkaian makna yang tergambar dalam lirik Sholawat Huwannur.
Salah satu di antaranya adalah lirik yang berbunyi, “Huwan Nuuru Yahdil Haairiina Dhiyaauhu. Wa fil Hasri Zhillul Mursaliina Liwaauhu”. Arti lirik tersebut adalah Dia Nabi Pelita Cahaya yang memberi petunjuk orang-orang bimbang di Padang Mahsyar.
Lirik Sholawat Huwannur Latin
Islam mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa berselawat kepada Nabi Muhammad saw. Ajaran tersebut tertuang dalam sejumlah hadis. Dikutip dari buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Membaca Al-Qur’an, Hamid (2021: 103), dua contoh hadis tentang selawat, yaitu:
Rasulullah saw. bersabda, “Di mana saja kamu berada, berselawatlah kepadaku. Sebab selawatmu itu akan sampai kepadaku”. (HR. Thabrani, dari Husain bin Ali r.a.)
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau menjadikan kuburanku untuk (tempat) perayaan. Dan ucapkanlah selawat kepadaku. Sebab selawatmu akan sampai kepadaku di mana saja engkau berada”. (HR. Abu Dawud, dari Abu Hurairah r.a.)
Anjuran tersebut membuat umat muslim kerap membaca selawat. Namun, beberapa orang kerap keliru dalam memaknai selawat, misalnya memahami lirik Sholawat Huwannur sebagai bacaan selawat dalam ajaran Islam.
“Sholawat Huwannur” memang memuat pujian kepada sosok Rasulullah saw., tetapi lirik tersebut merupakan lagu atau lantunan religi. Berikut ini adalah liriknya dalam tulisan Latin.
Huwan Nuuru Yahdil Haairiina Dhiyaauhu
Wa fil Hasri Zhillul Mursaliina Liwaauhu
Talaqqoo Minal Ghoibil Mujarrodi Hikmata
Bihaa Amthorot Fiil Hoofiqoini Samaauhu
Wa Mashuudu Ahlil Haqqi Minhu Lathooifun
Tuhobbiru Annal Majda Wassaawasaauhu
Falillahi Maa Lil’aini min Mashadij Tilaa
Ya’izzu ‘Alaa Ahlil Hijaabij Tilaauhu
Ayaa Naazihan ‘Annii Wamaskanuhul hasaa
Ajib Man Malaa Kullan Nawaahii Nidaauhu
Ajib Man Tawallaahul Hawaa Fiika Wamdhi Fii
Fuadiiya Maa Yahwaal Hawaa Wa Yassauhu
Fayarobbi Sarrifnii Biru’yati Sayyidii
Wa Ajli Shodaal Qolbil Kasyiiru Shodaauhu
Wa balligh ‘aliyyan maa yaruumu minalliqoo
Bi-asyrofi ‘abdin jullu qoshdii liqoo-uhu
‘Alaihi Sholaatullohi Maa Habbatis Shobaa
Wa Maa Athrobal Haadi Fatooba Hidaauhu
Gambaran Makna “Sholawat Huwannur”
Beberapa anggapan bahwa “Sholawat Huwannur” merupakan bacaan selawat dapat terjadi karena lagu tersebut memiliki makna yang baik. Padahal kenyataan menunjukkan “Sholawat Huwannur” tetap merupakan lagu religi, bukan selawat dalam Al-Qur’an atau hadis.
Walaupun demikian, “Sholawat Huwannur” tetap memiliki makna yang baik selaras dengan penjelasan ajaran Islam mengenai Rasulullah saw. Hal itu dapat terlihat dari arti setiap liriknya, antara lain:
Huwan Nuuru Yahdil Haairiina Dhiyaauhu. Wa fil Hasri Zhillul Mursaliina Liwaauhu. Artinya: Dialah Nabi Pelita Cahaya yang memberi petunjuk kepada orang yang bimbang di Padang Mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan.
Talaqqoo Minal Ghoibil Mujarrodi Hikmata. Bihaa Amthorot Fiil Hoofiqoini Samaauhu. Artinya: Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun dengan hikmah itu hujanlah langit dengan Rahmat di seluruh penjuru barat dan timur.
Baca juga: Lirik Sholawat Walisongo - Sunan Gresik Maulana Ibrahim dan Makna Singkatnya
Berdasarkan arti di atas, jelas bahwa lirik Sholawat Huwannur menggambarkan kekaguman terhadap Rasulullah saw. Rasulullah saw. merupakan nabi sekaligus rasul terakhir yang memberi petunjuk menurut ajaran Islam. Wallahu ‘a'lam bishawab. (AA)
