Macam-Macam Bentuk dari Peta Konsep dan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk belajar. Jika kalian bisa menyerap pelajaran lebih cepat dengan membuat catatan, kalian bisa mengubah catatan tersebut menjadi peta konsep. Ada beberapa macam peta konsep yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Apa saja bentuk dari peta konsep?
Selain jenis, kalian juga harus memahami apa yang dimaksud dengan peta konsep dan bagaimana cara menyusunnya yang tepat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Baca juga: 3 Aplikasi Peta Konsep Kreatif untuk Belajar
Apa Saja Bentuk dari Peta Konsep?
Dikutip dari buku dengan judul Pembelajaran untuk Daerah Kepulauan yang disusun oleh Sasinggala (2012), peta konsep adalah representasi struktur pengetahuan pembelajar dengan penekanannya pada hubungan antara konsep.
Apa saja bentuk dari peta konsep? Masih mengutip dari sumber yang sama, terdapat empat macam peta konsep yaitu pohon jaringan, rantai kejadian, peta konsep siklus, dan peta konsep laba-laba. Berikut ini penjelasannya:
Pohon Jaringan
Pada peta konsep pohon jaringan, ide pokok dibuat dalam persegi empat dan beberapa kata yang lain dihubungkan dengan menggunakan garis penghubung. Fungsi kata pada garis penghubung adalah untuk memberikan hubungan antara konsep-konsep.
Ketika membuat pohon jaringan, tulis topik dan daftar konsep-konsep utama yang berhubungan dengan topik tersebut. Buat daftar dan mulai membuat pohon jaringan dengan menempatkan konsep dengan susunan dari umum ke khusus.
Rantai Kejadian
Untuk membuat peta konsep rantai kejadian, cari kejadian yang memulai rantai tersebut, kemudian cari kejadian selanjutnya, dan dilanjutkan sampai mendapatkan hasil. Jenis peta konsep ini sesuai untuk memvisualisasikan tahapan pada proses, langkah pada prosedur, dan urutan kejadian.
Peta Konsep Siklus
Berbeda dengan rantai kejadian, rangkaian kejadian pada peta konsep siklus tidak memproduksi hasil akhir. Pada peta konsep siklus, kejadian akhir akan terhubung lagi ke kejadian awal dan siklus tersebut akan berulang-ulang.
Peta Konsep Laba-Laba
Peta konsep laba-laba digunakan untuk curah pendapat. Ketika melakukan curah pendapat, semua ide berasal dari suatu ide sentral. Sehingga akan banyak ide yang tercampur. Banyak ide yang berhubungan dengan ide sentral, tetapi hubungannya belum tentu jelas.
Jenis peta konsep ini sesuai untuk memvisualisasikan hal yang tidak menurut hierarki, kecuali jika berada dalam satu kategori.
Cara Membuat Peta Konsep
Menurut Dahar dalam buku Peta Konsep Cara Mudah Belajar Sejarah oleh Sayyidah (2021:25), untuk membuat peta konsep secara umum bisa dirumuskan dalam langkah-langkah berikut:
Menentukan bahan bacaan.
Menentukan konsep apa saja yang relevan.
Mengurutkan konsep-konsep dimulai dari yang paling inklusif sampai yang paling tidak inklusif.
Membuat susunan konsep tersebut pada kertas.
Membuat hubungan konsep yang saling berkaitan dengan menggunakan garis penghubung dan memberi kata penghubung di setiap garis penghubung tersebut.
Mengembangkan peta konsep.
Itulah penjelasan dari macam-macam bentuk peta konsep dan langkah-langkah tepat untuk membuatnya. Semoga bermanfaat. (KRIS)
