Macam-Macam Ekosistem di Bumi dan Jenis-jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ekosistem merupakan istilah yang sudah tidak asing pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui macam-macam ekosistem yang ada di bumi.
Padahal, ekosistem sangatlah dekat dengan kehidupan manusia. Bahkan, manusia tak bisa hidup apabila ekosistem tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Macam-Macam Ekosistem
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam.
Ekosistem dapat dikatakan sebagai kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya.
Sedangkan macam-macam ekosistem yang dikutip dari Buku Ajar Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup oleh Florentina Y. Sepe (2022), yakni:
1. Ekosistem Darat (Terestrial)
Ekosistem darat adalah penyebaran organisme membuat klasifikasi atau pengelompokan di darat. Ekosistem darat memiliki sifat, iklim, dan tempat berkumpulnya berbagai macam makhluk hidup dengan tingkat geografis yang sama.
Adapun jenis-jenis dari ekosistem darat yakni:
Hutan hujan tropis terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperatur tinggi (rata-rata 25°C) dan curah hujan yang juga tinggi (200-450 cm per tahun). Hutan hujan tropis memiliki ciri pohonnya tinggi dan rimbun, dengan jenis tumbuhan sangat beragam.
Savana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa, dengan curah hujan lebih rendah dari pada hutan hujan tropis (sekitar 90-150 cm per tahun).
Vegetasi savana didominasi oleh rumput dengan semak dan pohon yang tumbuh terpencar. Hewan yang hidup di savana adalah herbivora, dan karnivora.
Padang rumput terdapat pada wilayah dengan temperatur sedang. Padang rumput pegunungan terdapat di berbagai wilayah dunia. Curah hujan di padang rumput lebih rendah daripada savana, yaitu 25-75 cm per tahun. Vegetasi yang dominan adalah rumput.
Gurun terdapat di belahan bumi sekitar 20°-30° lintang utara dan lintang selatan. Curah hujan di gurun rendah, yaitu kurang dari 25 cm per tahun. Kehidupan organisme di gurun beradaptasi dengan lingkungan yang kering.
Vegetasinya terdiri dari berbagai belukar akasia, tumbuhan sukulen, dan kaktus. Hewan yang banyak terdapat di gurun antara lain belalang, burung pemangsa serangga, dan kadal.
Umumnya, hewan gurun melakukan kegiatan pada malam hari atau nokturnal.
Taiga terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan juga di pegunungan tropis yang memiliki hutan pinus yang selalu hijau. Ciri iklim taiga adalah musim dingin yang panjang. Hujan turun hanya pada musim panas.
Tundra yang terdapat di dekat kutub utara, yaitu pada 60° LU, disebut tundra artik sedangkan tundra yang terdapat di puncak gunung disebut disebut tundra alpin.
Vegetasi tundra didominasi oleh rumput alang-alang, lumut daun dan perdu. Pada wilayah ini tidak terdapat pohon. Hewan yang terdapat di tundra adalah kelinci, burung hantu. Serigala, rusa dan domba.
2. Ekosistem Air (Akuatik)
Ekosistem air merupakan ekosistem yang komponennya adalah air. Ekosistem air sendiri terbagi menjadi dua, yakni ekosistem air tawar dan air laut.
A. Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar terbagi menjadi dua, yaitu lotik dan lentik.
Ekosistem lotik memiliki ciri airnya berarus. Organisme yang hidup pada ekosistem ini dapat menyesuaikan diri dengan arus air.
Produsen pada ekosistem ini adalah ganggang. Akan tetapi, umumnya organisme lotik memakan detritus yang berasal dari ekosistem darat disekitarnya.
Ekosistem lentik memiliki ciri air yang tidak berarus. Organisme litoral antara lain teratai, Hydrilla, Hydra, capung, katak, burung, dan tikus. Vegetasi pada wilayah litoral didominasi oleh tumbuhan yang mengapung atau tenggelam.
Wilayah limnetik adalah wilayah perairan terbuka yang masih dapat ditembus cahaya matahari.
Pada wilayah ini banyak mengandung fitoplankton dan zooplankton. Karena banyak mengandung plankton, wilayah limnetic dan litoral terdapat banyak ikan.
Di bagian bawah wilayah limnetik terdapat wilayah profundal, yaitu daerah yang dalam dengan berbagai jenis dekomposer pada bagian dasarnya.
B. Ekosistem Laut
Ekosistem laut terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:
Ekosistem estuari terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut atau disebut muara sungai. Muara sungai disebut juga pantai lumpur.
Estuari memiliki ciri berair payau dengan tingkat salinitas di antara air tawar dan laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau. Beberapa organisme laut melakukan perkembangbiakan di wilayah ini seperti ikan, udang, dan moluska yang dapat dimakan.
Ekosistem pantai pasir merupakan ekosistem yang cukup keras bagi organisme karena deburan ombak yang terus-menerus serta paparan cahaya matahari selama dua belas jam.
Vegetasi ada yang berbentuk terna (formasi pescaprae) atau membentuk perdu dan pohon (formasi barringtonia). Terna adalah tumbuhan berbiji yang memiliki batang lunak dan tidak berkayu.
Hewan pada ekosistem pantai pasir kebanyakan hidup di dalam pasir. Organisme tersebut aktif jika air pasang dan membenamkan diri di pasir saat air surut.
Ekosistem pantai batu tersusun dari komponen abiotik, berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu yang besar.
Pada ekosistem pantai batu terdapat organisme seperti ganggang Euchema dan sargassum, serta beberapa jenis moluska yang melekat di batu.
Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan yang jernih. Terumbu karang berbentuk dari rangka hewan kelompok Coelenterata.
Pada ekosistem ini terdapat berbagai jenis organisme laut dari kelompok porifera, coelenterata, ganggang, berbagai jenis ikan, serta udang.
Ekosistem laut dalam merupakan zona pelagik laut yang berada pada kedalaman 76.000 m dari permukaan laut. Sehingga tidak ada lagi cahaya matahari. Oleh karena itu, produsen utama di ekosistem ini merupakan organisme kemoautotrof.
3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ekosistem buatan adalah bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan, sawah, dan lainnya.
Baca Juga: Penjelasan Inti Ekosistem dan Ekologi dalam Lingkungan Hidup
Sekarang, sudah mengetahui tentang macam-macam ekosistem dan jenis-jenisnya bukan. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan tentang hubungan makhluk yang ada di bumi.(MZM)
