Konten dari Pengguna

Macam-Macam Proses Finishing dalam Pembuatan Karya Seni

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi yang termasuk proses finishing dalam pembuatan karya adalah diamplas, sumber foto (Steve Harvey) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi yang termasuk proses finishing dalam pembuatan karya adalah diamplas, sumber foto (Steve Harvey) by unsplash.com

Salah satu yang termasuk proses finishing dalam pembuatan karya seni adalah diamplas. Tujuan dari kegiatan amplas adalah untuk memperhalus permukaan karya seni. Selain itu, masih ada beberapa jenis upaya lain yang bisa dilakukan untuk menerapkan finishing.

Secara umum, finishing adalah suatu proses penyempurnaan atau penyelesaian akhir dari penciptaan karya seni. Hal ini berguna untuk memberikan nilai tambah dari produk seni yang dibuat tersebut.

Seorang seniman atau pengrajin perlu menguasai proses akhir ini agar dapat membuat karya yang indah, unik, awet, bahkan mengandung nilai komersil. Beberapa jenis proses finishing akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.

Baca juga : (Ragam Cara Menyambut Ramadan)

Proses Finishing dalam Pembuatan Karya Seni

Ilustrasi yang termasuk proses finishing dalam pembuatan karya adalah diamplas, sumber foto (Jacub Pabis) by unsplash.com

Proses finishing apa saja? Inilah macam-macam teknik finishing yang bisa diaplikasikan pada karya seni:

1. Teknik Celup

Teknik celup merupakan proses finishing yang dilakukan dengan mencelupkan atau merendam karya seni pada suatu larutan cat. Tujuannya yakni agar seluruh permukaan karya seni bisa terlapisi dengan cat tersebut, terutama pada bagian yang tidak terjangkau. Pengangkatan benda ini harus secara hati-hati untuk menghindari lecet.

Mengutip buku Lenggok Betawi di Balik Narasi Visual Batik Betawi oleh Ariesa Pandanwangi (2021), proses finishing pewarnaan ini bisa menggunakan bahan alam maupun bahan kimia.

2. Pemolesan dengan Kain

Pemolesan dengan kain atau wiping merupakan salah satu teknik finishing untuk mengaplikasikan plitur. Hasil finishing ini sangat mengkilap karena prosesnya berlangsung cukup lama. Plitur yang telah larut akan dikuaskan pada permukaan karya dengan merata. Sebelum plitur mongering, Anda perlu segera merapikan cat menggunakan kain sesuai dengan arah seratnya.

3. Teknik Semprot

Teknik finishing ini menggunakan spray gun atau kompresor untuk membuat hasil akhir dari suatu karya. Hasil finishing ini sangat halus jika proses yang dilakukan cukup tepat. Meskipun terdengar mudah, namun seniman atau pengrajin tetap harus menguasai teknik penyemptrotan dengan baik.

4. Teknik Amplas

Teknik amplas bisa diterapkan untuk membuat finishing pada media kayu, besi, ataupun material lainnya. Alat utama yang digunakan untuk melakukan teknik ini tentu saja amplas. Proses pengamplasan diterapkan dengan cara hand tool, manual, atau memakai mesin. Jika ingin hasil yang cepat, maka gunakanlah belt sander sebagai alternatifnya.

Secara umum, finishing adalah proses melapisi permukaan benda yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada suatu karya. Beberapa teknik yang bisa diterapkan yakni mencakup teknik amplas, teknik semprot, pemolesan dengan kain, serta teknik celup. (DLA)