Macam-Macam Puasa Sunnah dalam Ajaran Agama Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, puasa merupakan salah satu amalan yang sangat mulia. Puasa sendiri terdiri dari dua macam, yakni puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan puasa sunnah. Puasa sunnah sendiri terdiri dari berbagai macam. Berikut macam-macam puasa sunnah yang ada dalam ajaran agama Islam.
Macam-Macam Puasa Sunnah dalam Ajaran Agama Islam
Dalam bahasa Arab, puasa berasal dari kata ash syiyaam yang artinya beribadah kepada Allah Swt dengan menahan diri dari hawa dan nafsu dari terbitanya fajar hingga terbenamnya matahari.
Puasamerupakan ibadah yang mulia, karena mengetahui ibadah ini hanyalah orang yang melaksanakannya dan Allah Swt
Ada beberapa macam puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim. Seperti yang dikutip dari buku Kunci-Kunci Surga: Rahasia Dahsyat Amalan & Doa Calon Penghuni Surga karya Ahya A. Shobari (2020).
1. Puasa Arafah
Puasa arafah merupakan puasa yang dilaksanakan pada hari kesembilan pada bulan Dzulhijjah yang tidak dilaksanakan bagi umat Islam yang berhaji.
Anjuran melaksanakan puasa arafah berasal dari Abu Qotadah Al Anshoriy, ia berkata,
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arafah? Beliau menjawab “Puasa ‘Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162)
2. Puasa 10 Hari Awal Dzulhijjah
Agama Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Selain itu disunnahkan juga untuk berpuasa sunnah di bulan tersebut. Seperti yang dijelaskan dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)
3. Puasa Asyura
Puasa asyura merupakan ibadah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini sudah ada sejak nabi-nabi terdahulu. Sehingga kaum Yahudi juga melaksanakan puasa ini. Maka dari itu Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan umatnya untuk berpuasa asyura yang diawali dengan puasa tasua pada 9 Muharram.
Adapun perintah melaksanakan puasa asyura berasal dari sebuah hadits, Nabi Muhammad Saw bersabda,
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
4. Puasa Syawal
Setelah melaksanakan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada bulan Syawal selama enam hari. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw,
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)
5. Puasa Senin-Kamis
Puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang dikerjakan Nabi Muhammad Saw selama hidupnya. Hari Senin dan Kamis merupakan hari dibukanya pintu surga, maka Nabi Muhammad menyukai apabila melaksanakan puasa di hari-hari tersebut.
Sebagaimana dari Abu Hurairah ra., Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747)
6. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh merupakan puasa yang dilaksanakan selama tiga hari dalam setiap pertengahan bukan Hijriah kecuali pada tanggal 13 Dzulhijjah. Adapun anjuran untuk melaksankan puasa ayyamul bidh berasal dari hadits dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda padanya,
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424)
7. Puasa Daud
Puasa daud adalah puasa yang dilaksankan Nabi Daud As. Cara melaksankana puasa ini adalah puasa selama satu hari dan satu hari kemudian tidak kemudian berpuasa lagi pada hari selanjutnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)
8. Puasa Syaban
Pada bulan Syaban, disunnahkan untuk melaksanakan puasa sunnah sebanyak-banyaknnya. Hal ini dibuktikan dalam sebuah hadits dari Aisyah ra., ia mengatakan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156).
Demikianlah macam-macam puasa sunnah dalam syariat Islam. Semoga kita bisa mengamalkan puasa-puasa sunnah di atas dan mendapat kebaikan yang ada di dalamnya. Amiin. (MZM)
