Macam-Macam Teknik Penanaman sebagai Upaya Pencegahan Erosi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik penanaman sebagai upaya pencegahan erosi ada banyak jenisnya. Salah satu jenis tersebut adalah teknik terasering yang biasa diterapkan pada area persawahan.
Umumnya, masyarakat menggunakan teknik terasering ketika melakukan cocok tanam di lahan dengan kemiringan tinggi (curam). Hal ini disebabkan lahan dengan kemiringan tinggi mempunyai potensi tinggi untuk erosi sehingga masyarakat harus menerapkan teknik penanaman tepat untuk mencegah bencana tersebut.
Teknik Penanaman sebagai Upaya Pencegahan Erosi
Sebenarnya, erosi merupakan fenomena alam yang biasa. Namun, bila tidak ada upaya untuk mencegahnya, erosi dapat menjadi bencana.
Pengertian erosi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu:
Pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-benda, seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus.
Berdasarkan pengertiannya, erosi memiliki potensi untuk mengikis lahan, menurunkan kemampuan lahan (degradasi lahan), dan longsor. Oleh sebab itu, penting bagi manusia untuk melakukan pencegahan erosi.
Salah satu bentuk usaha mencegah erosi adalah dengan menggunakan teknik penanaman yang tepat. Pasalnya, teknik penanaman harus memperhatikan kontur, kekuatan, dan struktur lahan. Berikut adalah tiga teknik penanaman sebagai upaya pencegahan erosi selengkapnya.
1. Teknik Terasering
Teknik terasering adalah metode penanaman dengan membuat pematang-pematang melintang di wilayah bukit. Tujuan teknik terasering adalah untuk menghambat turunnya air serta mengurangi kemiringan lahan sehingga lebih landai (tidak curam).
2. Teknik Contour Farming
Selain teknik terasering, ada pula teknik contour farming yang dapat menjadi metode penanaman pada lahan rawan erosi. Teknik contour farming metode yang tepat untuk wilayah perbukitan atau lereng. Teknik ini merupakan cara penanaman yang mengacu pada garis kontur lahan. Teknik ini cocok untuk membuat akar tanaman menjadi lebih kuat sehingga mampu menahan tanah.
3. Teknik Konservasi Tanah
Hutagaol (2015: 2 – 3) dalam buku Konservasi Tanah dan Air (Buku Ajar) menjelaskan konservasi tanah adalah suatu upaya atau tindakan konservasi terhadap tanah (lahan) yang pengelolaannya berprinsip pada pemanfaatan lahan yang sesuai dengan potensi/kemampuannya. Teknik ini memerlukan pemilihan vegetasi yang tepat dan mempunyai kemampuan untuk bertahan dalam segala kondisi.
Baca juga: Pengertian dan Manfaat Reboisasi bagi Bumi dan Lingkungan
Itulah tiga teknik penanaman sebagai upaya pencegahan erosi. Selain ketiga teknik tersebut, upaya pencegahan erosi yang dapat dilakukan adalah reboisasi hutan. Jadi, dapat dipahami bahwa tanaman memang memiliki peran penting untuk menjaga ketahanan lahan serta mencegah terjadinya bencana erosi. (AA)
