Makna dan Contoh Pupuh Maskumambang Lengkap Agar Lebih Mudah Dipahami

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pupuh maskumambang merupakan salah satu contoh pupuh dari 17 pupuh bahasa Sunda. Pupuh adalah puisi tradisional. Bukan hanya Sunda yang memiliki pupuh, pupuh juga dimiliki oleh Jawa dan Bali. Di dalam bahasa Sunda, terdapat tujuh belas jenis pupuh yang terbagi menjadi dua, yakni Sekar Ageung dan Sekar Alit. Adapun nama dari jenis-jenis pupuh tersebut, yaitu sebagai berikut.
Pupuh Sekar Ageung
Pupuh sinom merupakan jenis pupuh yang berisi tentang perasaan senang dan gembira.
Pupuh dangdanggula merupakan pupuh yang membahas tentang keindahan, kesenangan, ketentraman, dan kebesaran.
Pupuh kinanti merupakan pupuh tentang perasaan sayang, menunggu, khawatir, atau perasaan berharap.
Pupuh Asmarandana merupakan pupuh tentang rasa sayang, cinta, atau asmara yang diperuntukan kepada pasangan, keluarga, atau teman.
Pupuh Sekar Alit
Pupuh lambang, yaitu pupuh dengan tema humor atau lawakan.
Pupuh maskumambang, yaitu pupuh dengan tema kesedihan atau perasaan sakit hati.
Pupuh pucung, yaitu pupuh yang memiliki penggambaran rasa marah.
Pupuh ladrang, yaitu pupuh yang bertema lelucon dengan tujuan menyindir.
Pupuh balakbak, yaitu pupuh yang bertema lelucon tentang kehidupan sehari-hari
Pupuh pangkur, yaitu pupuh yang memberikan penggambaran rasa kesal atas beban yang berat.
Pupuh magatru, yaitu pupuh yang merupakan perasaan menyesal dan menasehati.
Pupuh juru demung, yaitu pupuh yang bertema tentang kebingungan mengenai kewajiban.
Pupuh mijil, yaitu pupuh yang menggambarkan rasa sedih yang diiringi dengan perasaan yang penuh harap.
Pupuh wirangrong, yaitu pupuh yang bertema rasa malu.
Pupuh gurisa, yaitu pupuh yang bertema lamunan.
Pupuh gambuh, yaitu pupuh yang bertema kesulitan.
Pupuh durma, yaitu pupuh yang bertema rasa semangat (optimis) atau sikap besar hati.
Makna dan Contoh Pupuh Maskumambang
Sebagaimana penjelasan di atas, pupuh maskumambang merupakan pupuh yang menggambarkan kesedihan. Ruhaliah dalam bukunya Wawacan: Sebuah Genre Sastra Sunda menjelaskan bahwa sasmitanya adalah kata-kata kumambang, ngambang, kentir, bingbang, maskumambang (2018: 50). Adapun contoh dari pupuh maskumambang, yaitu:
Barang datang ka imah teu tata deui
Bawaning teu tahan
Nahan kasedih prihatin
Goak ceurik lolongséran
Selamat belajar sastra Sunda, ya! (AA)
