Makna dan Pola Lantai Tari Kecak Bali

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa, sih, yang tak pernah menonton tari kecak Bali? Pola lantai tari kecak Bali pasti pernah kamu saksikan, baik secara langsung maupun tidak langsung lewat berbagai media, seperti televisi maupun media sosial.
Ditarikan oleh 50-70 penari laki-laki bertelanjang dada dengan kain kotak-kotak berwarna hitam-putih di pinggang sampai bagian atas dengkul, tarian ini tak pernah gagal untuk menghibur dan memesona para wisatawan domestik dan mancanegara di Pulau Dewata.
Bermula pada tahun 1930-an ketika seorang seniman Bali bernama Wayan Limbak dan pelukis Jerman bernama Walter Spies menciptakan tarian kecak, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tarian yang awalnya dipentaskan di beberapa desa ini akhirnya juga dipentaskan di seluruh daerah di Pulau Bali.
Tarian legendaris ini sekarang bahkan telah menjadi salah satu bagian wajib dari berbagai acara di Pulau Bali, baik yang dilaksanakan oleh pihak swasta maupun pemerintah.
Makna Tari Kecak Bali
Tarian yang merupakan ritual sanghyang ini dilaksanakan untuk menolak bala. Selain itu, tarian ini juga mengisahkan kisah Rama dan Shinta atau yang biasa disebut dengan pertunjukan Ramayana.
Di dalam alur cerita, terdapat adegan di mana Rama meminta tolong kepada Dewata untuk membebaskan Shinta, sang istri dari cengkeraman Rahwana. Ada pula adegan di mana Hanoman, sang kera putih membantu Rama dengan memporakporandakan tempat penyekapan Shinta, sampai nyaris terbakar.
Pesan moral dari kisah ini adalah kepercayaan Rama kepada Tuhan dan kesetiaan Shinta kepada sang suami yang harus diteladani, serta sifat serakah Rahwana yang harus kita hindari selama hidup di bumi ini.
Meskipun tari kecak ini tidak diiringi oleh alat musik, tetapi tarian ini masih tetap terlihat kompak dan indah. Tarian ini bernilai seni tinggi dan digemari para turis, karena gerakan yang dibuat para penarinya bisa tetap seirama dari awal sampai akhir.
Pola Lantai Tari Kecak Bali
Dilansir dari buku Pembelajaran Tari dalam Kurikulum PAUD, Dessy Putri Wahyuningtyas, M.Pd., (2020:155), tari kecak merupakan jenis tarian ritual yang menggunakan pola lantai melengkung yang membentuk lingkaran.
Para wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan dan pola lantai tari kecak ini di Pura Luhur Uluwatu dan Garuda Wisnu Kencana. Di masa pandemi ini, tarian ini tetap dapat ditonton dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.(BRP)
