Konten dari Pengguna

Makna Diciptakannya Agama sebagai Fitrah dari Allah SWT

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa makna bahwa agama adalah fitrah dari Allah SWT? Foto: Pexels/Michael Burrows
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa makna bahwa agama adalah fitrah dari Allah SWT? Foto: Pexels/Michael Burrows

Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu di alam semesta, tak terkecuali agama. Tak mengherankan jika agama merupakan sebuah fitrah bagi manusia. Lantas, apa makna bahwa agama adalah fitrah dari Allah SWT?

Makna Diciptakannya Agama

Ilustrasi fitrah manusia dalam beragama. Foto: Pexels/Mohammad Ramezani

Dikutip dari buku Psikologi Agama oleh Dr. Yusron Masduki, S. Ag., M. Pd.I. dan Dr. Idi Warsah, M. Pd.I. (2020:38), kata fitrah dalam bahasa Arab memiliki bentuk fi'il madinya adalah fitara dengan bentuk masdar fitrun atau fitratan yang berarti memegang dengan erat, memecahkan, membelah, mengoyakkan, meretakkan, dan menciptakan. Maka kalimat fitrahu artinya dia menciptkannya, yakni yang menyebabkan ada secara baru dan untuk pertama kalinya.

Fitrah manusia diciptakan adalah menyembah Allah SWT yang telah menciptakan dan juga memberikan segalanya untuknya. Maka dari itu, agama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

Sebagaimana firman Allah SWT,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)

Dari ayat di atas dapat diambil kesimpulan fitrah manusia diciptakan untuk beragama. Agama dapat dikatakan pedoman dan tuntutan hidup manusia yang mengandung perintah yang harus dilaksanakan dan larangan yang harus ditinggalkan. Fitrah ini yang menjadikan manusia mampu menerima taklif (penerapan hukum syara’), beban tanggug jawab atas predikatnya sebagai khalifah.

Oleh karena itu, manusia dilahirkan dengan fitrahnya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW,

“Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 6697)

Baca Juga: (Hubungan Agama dengan Tanggung Jawab Manusia)

Selain itu, fitrah manusia terdiri dari empat jenis, yakni:

  • Fitrah Munazzalah, yaitu fitrah yang masuk dalam diri manusia.

  • Fitrah Al-Gharizah, yakni fitrah dalam diri manusia yang memberi daya akal yang berguna untuk mengembangkan potensi dasar manusia.

  • Fitrah Suci, yaitu fitrah yang membuktikan bahwa manusia itu suci dan yang mengotori adalah dosa-dosanya.

  • Fitrah Intelektual, yaitu potensi yang terdiri dari panca indera dan akal pikiran.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai makna diciptakannya agama sebagai fitrah dari Allah SWT. Semoga dari informasi di atas dapat menambah keimanan kita untuk memperbanyak ibadah kepada Sang Pencipta.(MZM)