Makna Idul Adha dalam Islam dan Ibadah Sunnah yang Dianjurkan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna Idul Adha merupakan salah satu hal yang penting untuk diketahui bagi umat muslim. Idul Adha umumnya dikenal sebagai salah satu hari besar yang diperingati oleh umat Islam seluruh dunia.
Namun, lebih dari itu, Idul Adha memiliki makna tersendiri. Dalam perayaan Idul Adha terdapat pula beberapa amalan sunah yang dianjurkan, salah satunya adalah memotong hewan kurban.
Penjelasan Makna Idul Adha dalam Islam dan Ibadah Sunnahnya
Idul Adha merupakan salah satu perayaan besar bagi umat Islam. Hari besar Idul Adha ini memiliki makna tersendiri bagi umat muslim. Idul Adha berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata "adaa (yauudu)" yang berarti kembali dan juga kata "adhat (udhiyah)" yang berarti kurban.
Menurut R. Syamsul B., M. Nielda dalam bukunya yang berjudul Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya (2022: 157), dalam Islam terdapat dua hari raya, salah satunya adalah Idul Adha. Makna kata 'id dalam bahasa arab adalah kembali. Disebut hari Id karena hari besar ini dirayakan secara berulang setiap tahunnya.
Makna Idul Adha adalah kembali berkurban. Hal ini karena pada hari raya Idul Adha disunahkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai salah satu ibadah yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam buku berjudul Meyakini, Menghargai: Ensiklopedia Mengenal Lebih Dekat Ragam Agama dan Kepercayaan di Indonesia yang disusun oleh Ibn Ghifarie (2018:20) juga disebutkan bahwa hari raya Idul Adha disebut juga hari raya kurban. Pelaksanaan hari raya ini ditentukan berdasarkan perhitungan kalender Islam atau kalender hijriyah, yaitu tepatnya jatuh pada 10 Dzulhijjah.
Di hari raya Idul Adha, terdapat beberapa ibadah sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Amalan sunah di hari raya Idul Adha diawali dengan melaksanakan sholat 2 rakaat secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban dan pembagian daging hewan kurban.
Tak hanya itu, umat muslin juga disunahkan untuk berpuasa sebentar hingga selesai melaksanakan sholat Idul Adha. Sunah ini disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad berikut ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad)
Baca juga: Hewan Kurban Menjadi Kendaraan di Akhirat, Benarkah?
Demikian pembahasan mengenai makna Idul Adha dalam Islam beserta amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan. (DAP)
