Konten dari Pengguna

Makna Peribahasa Hidup bagai Akar Benalu dan Peribahasa Bahasa Indonesia lainnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Peribahasa Hidup bagai Akar, sumber: unsplash/KseniaMakagonova
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Peribahasa Hidup bagai Akar, sumber: unsplash/KseniaMakagonova

Tidak banyak orang yang mengetahui makna peribahasa hidup bagai akar benalu. Padahal, peribahasa tersebut mengandung filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam.

Seperti yang diketahui, Bahasa Indonesia memiliki banyak peribahasa yang penuh pembelajaran. Peribahasa bukan hanya sekadar kata-kata indah, melainkan kalimat yang mampu memberikan pencerahan jika ditelaah makna dan artinya.

Makna Peribahasa Hidup bagai Akar Benalu

Ilustrasi Makna Peribahasa Hidup bagai Akar, sumber: unsplash/KellySikkema

Mengutip buku Super Lengkap Peribahasa Indonesia Plus Puisi & Pantun oleh Ajen Dianawati (2014), makna peribahasa hidup bagai akar benalu adalah peribahasa yang ditujukan untuk orang-orang yang menjalani hidup dengan merugikan pihak lainnya. Contohnya, seperti anak yang malas dan tidak mau membantu pekerjaan rumah.

Ia hanya peduli dengan dirinya sendiri dan mengharuskan kebutuhan materinya tercukupi setiap harinya. Hal ini menggambarkan tentang kehidupan anak yang seperti akar benalu.

Akar benalu merupakan parasit yang mengisap intisari kehidupan organisme lain dan tidak memberikan manfaat baik kepada kehidupan yang ditumpanginya.

Makna Peribahasa Bahasa Indonesia Lainnya

Ilustrasi Makna Peribahasa Hidup bagai Akar, sumber: unsplash/BenWhite

Selain hidup bagaikan akar benalu, masih ada banyak peribahasa lain yang bisa diijadikan pembelajaran. Adapun macam-macam peribahasa tersebut yakni sebagai berikut:

  1. Ada angin ada pohonnya: Segala sesuatu pasti ada asal mulanya.

  2. Ada beras taruh dalam padi: Rahasia (aib) harus disimpan rapat-rapat.

  3. Ada batang cendawan tumbuh: Di mana kita berada, di sana pula rezeki kita.

  4. Ada gula ada semut: Di mana ada kesenangan, di sanalah banyak orang berdatangan (berkumpul).

  5. Ada nyawa ada ikan: Meskipun masih hidup, namun sudah dalam kondisi yang hampir mati.

  6. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas: Kebaikan dibalas dengan kebaikan dan kejahatan dibalas dengan kejahatan pula.

  7. Adat gunung tepatan kabut: Orang kaya biasanya menjadi tempat meminta bagi orang yang miskin. Orang pandai biasanya menjadi tempat untuk bertanya orang bodoh.

  8. Ada udang di balik batu: Mempunyai tujuan (maksud) yang tersembunyi.

  9. Adat pasang berturun naik: Kondisi seperti harta kekayaan, pangkat, dan jabatan selalu berubah-ubah karena tidak ada yang abadi di dunia ini.

  10. Adat periuk bergerak, Adat lesung berdekak: agar bisa memperoleh kejayaan, maka harus berani menanggung kesusahan.

  11. Agih-agih kungkung: Terlalu baik sampai menderita kesusahan sendiri.

  12. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga: Sifat serta perilaku orang tua biasanya akan menurun pada anak-anaknya.

  13. Air beriak tanda tak dalam: Orang yang banyak omongannya biasanya ilmunya kurang.

  14. Air di daun keladi: Seseorang yang sangat sulit menerima saran (nasihat).

  15. Anak harimau tiada akan menjadi anak kambing: Bagaimana pun juga anak seorang pemberani tidak akan menjadi anak penakut.

  16. Anak dipangku dilepaskan beruk dalam rimba disusukan: Urusan sendiri ditelantarkan, namun urusan orang lain malah dipikir.

  17. Angan-angan menerawang langit: Bercita-cita terlalu tinggi.

  18. Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam: Rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan karena suatu hari akan terbuka pula.

Baca juga: Makna Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh dalam Peribahasa Bahasa Indonesia

Makna peribahasa hidup bagai akar benalu dan peribahasa Bahasa Indonesia lainnya yang dijelaskan di atas bisa dijadikan renungan. Dengan begitu, peribahasa tersebut dapat menjadi pembelajaran hidup yang berharga. (DLA)