Konten dari Pengguna

Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dalam Pancasila

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bendera Indonesia yang menunjukkan kedaulatan persatuan dan kesatuan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera Indonesia yang menunjukkan kedaulatan persatuan dan kesatuan. Foto: Unsplash

Sebagai bangsa Indonesia, penting sekali untuk memahami makna persatuan dan kesatuan. Kedua istilah ini berasal dari kata yang sama, yakni “satu”. Sementara arti dari istilah tersebut adalah utuh atau tidak terpisah-pisah.

Secara umum, persatuan dan kesatuan mempunyai makna keanekaragaman dalam masyarakat yang saling bersatu padu, mulai dari suku, ras, agama, ekonomi, dan lain-lain.

Salah satu simbol persatuan dan kesatuan di Indonesia tercetak jelas dalam Pancasila. Lalu, apa makna dalam semboyan tersebut? Agar lebih memahaminya, simak pemaparan di artikel ini.

Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Ilustrasi makna persatuan dan kesatuan. Foto: Unsplash

Mengutip buku Memahami dan memaknai Pancasila sebagai Ideologi oleh Dicky R. Munaf (2016), Pancasila adalah idologi dan dasar negara yang mengandung nilai-nilai luhur yang tercermin melalui sikap, perilaku, dan religiusitas sehari-hari.

Dalam konteks bangsa Indonesia, persatuan dalam Pancasila dimaknai sebagai keutuhan antara wilayah dan masyarakat dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Persatuan juga bisa dimaknai sebagai ikatan dari berbagai elemen menjadi satu. Sementara kesatuan adalah hasil dari perkumpulan tersebut yang sudah menjadi satu dan utuh.

Perlu diketahui bahwa ada tiga makna utama yang terdapat dalam persatuan dan kesatuan, di antaranya sebagai berikut:

  • Persatuan dan kesatuan dalam menjalin kebersamaan dan saling melengkapi satu sama lain.

  • Persatuan dan kesatuan dalam menjalin empati kemanusiaan, toleransi, dan keharmonisan untuk saling hidup berdampingan.

  • Persatuan dan kesatuan dalam menjalin persahabatan, kekeluargaan, dan saling tolong menolong antar sesama.

Persatuan dan kesatuan dalam Pancasila tertuang pada sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia. Adapun makna persatuan dan kesatuan secara umum mencakup bersatunya ragam suku, agama, budaya, adat, dan bahasa agar saling bersinergi dalam NKRI.

Manfaat Persatuan dan Kesatuan

Ilustrasi menjaga persatuan dan kesatuan memiliki banyak manfaat. Foto: Pexels

Persatuan dan kesatuan dalam lingkup kenegaraan memiliki banyak manfaat untuk kehidupan bangsa Indonesia. Beberapa manfaat tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Memupuk kesadaran tentang urgensi persatuan dalam setiap perbedaan yang ada. Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat bertumbuh dan berkembang dengan mudah.

  • Menciptakan ruang yang nyaman dan aman bagi warga negara Indonesia terlepas dari segala perbedaannya.

  • Memudahkan dalam memecahkan berbagai permasalahan dalam ruang lingkup masyarakat.

  • Memudahkan negara Indonesia dalam mencapai tujuannya.

Faktor Pendorong Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Ilustrasi Pancasila. Foto: Unsplash

Dikutip dari Serba-Serbi Wawasan Kebangsaan dalam Konteks: Demokrasi, Kewarganegaraan, hingga Integrasi Sosial oleh Yuniar Mujiwati (2020: 71-75), berikut adalah beberapa faktor pendorong persatuan dan kesatuan di Indonesia.

1. Rasa Bangga dan Cinta pada Tanah Air

Rasa cinta Tanah Air merupakan bentuk cinta terhadap bangsa dan negara yang telah ditunjukkan oleh para tokoh proklamasi dan pahlawan terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Sikap rasa cinta Tanah Air adalah suatu cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

2. Cita-Cita Bangsa

Cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai dasar negara merupakan faktor penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan di Indonesia. Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi landasan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Prinsip-prinsip seperti keadilan sosial, persatuan, demokrasi, dan kesatuan bangsa menjadi panduan bagi seluruh warga negara Indonesia dalam menjalankan kehidupan.

3. Rasa Saling Menghormati dan Menghargai

Rasa saling menghormati dan menghargai yang tinggi dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Indonesia adalah negara yang beragam dengan puluhan ribu pulau dan berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya.

Dalam menjaga persatuan, penting untuk membangun hubungan baik antara masyarakat yang berbeda. Rasa saling menghormati dan menghargai identitas, kepercayaan, dan budaya satu sama lain menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis.

4. Keinginan untuk Bersatu

Faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah adanya tekad serta keinginan untuk bersatu, misalnya seperti yang telah dinyatakan dalam Sumpah Pemuda.

Selain itu, sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan juga telah menggugah semangat persatuan dan keinginan warga negara untuk hidup bersama sebagai satu bangsa.

Keinginan bersatu tersebut tercermin dalam semangat gotong royong dan kerja sama antarwarga negara dalam membangun dan menjaga keutuhan bangsa.

5. Pancasila

Pancasila dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bangsa Indonesia. Hal ini karena nilai-nilai Pancasila bersifat universal atau menyeluruh. Artinya, nilai-nilai Pancasila tidak diciptakan hanya untuk satu suku bangsa.

Nilai-nilai Pancasila juga tidak hanya diperuntukkan bagi penganut agama tertentu, tetapi berlaku dan menjadi pedoman hidup rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku bangsa, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya.

6. Bhineka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Inti dari semboyan ini adalah adanya persatuan dalam berbagai perbedaan.

Dikutip dari Kewarganegaraan oleh Iqbal Arraniri, dkk., (2022: 218), kondisi bangsa Indonesia yang diliputi oleh berbagai perbedaan dapat dipersatukan salah satunya dengan melaksanakan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan senantiasa terjaga jika nilai-nilai dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika selalu dilaksanakan oleh rakyat Indonesia dalam pergaulan sehari-hari.

Baca Juga: Tujuan Meneguhkan Semangat Persatuan dan Kesatuan

Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Ilustrasi ada berbagai faktor penghambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang bisa memicu timbulnya konflik antarwarga. Foto: Pexels

Faktor penghambat persatuan dan kesatuan adalah hal-hal yang dapat menghambat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Jika berbagai faktor penghambat ini diabaikan, bangsa Indonesia akan kesulitan menjaga keutuhan NKRI.

Dirangkum dari Pancasila sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa oleh Bambang Sugiyono (2022: 60-62), adapun faktor yang berpotensi menghambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, antara lain sebagai berikut:

1. Keberagaman Masyarakat Indonesia

Kondisi ini bisa menjadi penghambat persatuan dan kesatuan bangsa apabila tidak diiringi oleh sikap saling menghargai, menghormati, dan toleransi yang telah menjadi karakter khas masyarakat Indonesia.

Hal tersebut dapat mengakibatkan munculnya perbedaan pendapat yang lepas kendali serta tumbuhnya perasaan kedaerahan yang berlebihan sehingga memicu terjadinya konflik antardaerah.

2. Kondisi Geografis Indonesia

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Daerah yang berpotensi untuk memisahkan diri umumnya adalah daerah yang paling jauh dari ibu kota.

Selain itu, bisa juga daerah yang besar pengaruhnya dari negara tetangga, daerah yang mempunyai pengaruh global yang besar, seperti daerah wisata, atau daerah yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah.

Kondisi ini akan semakin memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa apabila ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan masih belum bisa diatasi.

3. Munculnya Gejala Etnosentrisme di Masyarakat

Etnosentrisme merupakan sikap menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Hal tersebut apabila tidak diatasi tentu saja akan memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Ketidakpuasan terhadap Hasil Pembangunan dan Kebijakan Pemerintah

Ketimpangan dari hasil-hasil pembangunan yang tidak merata dapat menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), gerakan separatis, hingga demonstrasi.

Contohnya ketimpangan kesehatan, pembangunan yang tidak merata membuat sejumlah fasilitas kesehatan yang memadai tidak mampu dinikmati oleh seluruh wilayah negara.

5. Lemahnya Nilai-Nilai Budaya Bangsa Akibat Kuatnya Pengaruh Budaya Asing

Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa terjadi karena perkembangan ilmu dan teknologi serta budaya Barat yang sangat maju dan cepat. Keadaan ini membuat sebagian masyarakat lupa bahwa tidak semua yang datang dari Barat merupakan hal-hal yang modern.

Proses menerima semua unsur-unsur Barat tanpa seleksi disebut westernisasi. Modern tidak sama dengan westernisasi. Hal ini berarti tidak semua yang datang dari Barat itu modern.

Westernisasi harus ditolak karena Indonesia bukan negara Barat, negara ini memiliki nilai dan norma yang berbeda. Jika westernisasi terjadi pada masyarakat Indonesia, persatuan dan kesatuan akan semakin sulit untuk diwujudkan.

6. Kurangnya Sikap Toleransi di antara Individu

Kurangnya sikap toleransi beragama, berbudaya, ataupun berpendapat di antara individu juga merupakan faktor penghambat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sikap intoleransi, prasangka, dan diskriminasi terhadap kelompok lain dapat memicu konflik serta memperburuk hubungan antarwarga negara.

7. Kurangnya Kesadaran Akan Gangguan dari Luar

Kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai ancaman dan gangguan yang muncul dari dalam maupun luar negeri dapat menghambat persatuan dan kesatuan bangsa.

Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau serta menyimpan kekayaan alam yang berlimpah menyebabkan negara ini rentan akan ancaman dari dalam maupun luar negeri. Ancaman dari dalam contohnya adalah tumbuhnya paham kedaerahan.

Tumbuhnya paham tersebut merupakan keadaan yang berdampak pada lunturnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa karena lebih mementingkan kepentingan daerahnya masing-masing daripada kepentingan negara.

Selain itu, pengaruh budaya asing juga sangat berpengaruh dalam menghambat persatuan dan kesatuan di Indonesia.

(DLA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa simbol persatuan dan kesatuan di Indonesia?
chevron-down

Salah satu simbol persatuan dan kesatuan di Indonesia tercetak jelas dalam Pancasila.

Persatuan dan kesatuan sila ke berapa?
chevron-down

Persatuan dan kesatuan dalam Pancasila tertuang pada sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia.

Apa manfaat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat?
chevron-down

Memupuk kesadaran tentang urgensi persatuan dalam setiap perbedaan yang ada. Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat bertumbuh dan berkembang dengan mudah.