Konten dari Pengguna

Makna Puisi Hujan Bulan Juni yang Membuat Karya Ini Terkenal

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasimakna puisi hujan bulan juni, Sumber: Pexels.com/Sitthan Kutty
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasimakna puisi hujan bulan juni, Sumber: Pexels.com/Sitthan Kutty

Puisi Hujan Bulan Juni merupakan karya sastrawan Indonesia bernama Sapardi Djoko Damono. Beliau adalah seorang guru besar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI).

Karya Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni begitu populer bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu puisi legendaris Indonesia. Anda mungkin bertanya-tanya apa makna puisi Hujan Bulan Juni? Apa isi dari puisi legendaris itu?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita simak untaian puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono berikut ini.

Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

Itulah isi dari puisi Hujan Bulan Juni yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono pada tahun 1989. Setelah membacanya, tersirat seperti ada makna kekuatan dari bulan Juni. Kemampuan dalam merahasiakan rindu, menghapus jejak, membiarkan kata yang tak terucapkan hingga terserap oleh akar pohon bunga.

Anda tentu setuju bahwa puisi karya Sapardi Djoko Damono tersebut memiliki diksi dan kalimat yang sederhana. Namun, begitu sarat makna.

Ilustrasi makna puisi hujan bulan juni, Sumber: Pexels.com/Matthias Cooper

Mahayana (2015: 23) dalam bukunya yang berjudul Kitab Kritik Sastra pun mengungkapkan bahwa di balik kesederhanaan itu kita merasakan ada sesuatu yang tersimpan begitu dalam. Puisi itu tampak seperti ada kedalaman makna yang entah apa dan kita merasakannnya benar.

Contohnya, pada bait pertama. Bait tersebut mengandung makna bahwa hujan bulan Juni merupakan fenomena alam yang paling tabah sebab begitu sabar dalam menyembunyikan kerinduannya hingga merahasiakan rintik rindunya pada pohon yang berbunga.

Kemudian, bait kedua menjelaskan bahwa hujan bulan Juni adalah yang paling bijak (tak ada lebih bijak, dari hujan Bulan Juni). Fenomena alam (hujan bulan Juni) adalah kata yang dipilih untuk menyiratkan sebuah langkah yang ragu. Entah langkah itu cinta, asa, atau impian.

Menurut Anda, apa makna dari bait ketiga puisi Hujan Bulan Juni? Coba untuk resapi setiap makna dalam sebuah untaian puisi untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Setelah membaca uraian singkat ini, apakah Anda semakin tertarik untuk membaca Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono? Kalau iya, bacalah dan temukan sisi terdalam makna puisi Hujan Bulan Juni yang membuatnya menjadi karya yang melegenda. Selamat lanjut membaca. (AA)