Makna Puisi Tanah Air Mata dan Analisisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi berjudul Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri merupakan salah satu puisi populer yang dikenal dengan maknanya yang sangat mendalam. Untuk mengetahui makna puisi Tanah Air Mata dan analisisnya, mari kita simak ulasan singkat berikut ini.
Baca juga: Kumpulan Puisi Perjuangan Kemerdekaan yang Penuh Makna
Makna Puisi Tanah Air Mata dan Analisis Pesan di Dalamnya
Puisi dikenal sebagai salah satu jenis karya sastra yang memiliki ciri khas berupa penggunaan gaya bahasa khusus. Tak hanya itu, dalam puisi kita juga dapat menemukan susunan kata yang ditulis berdasarkan irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga merupakan karya sastra yang dibuat untuk menyampaikan pesan dan mengekspresikan perasaan.
Lebih lanjut, pembahasan tentang pengertian puisi dijelaskan dalam buku berjudul Seni Mengenal Puisi yang disusun oleh Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari (2020:9) yang menyebutkan bahwa puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair.
Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair. Puisi juga dapat diartikan sebagai bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan ataupun nasehat seseorang. Puisi umumnya tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna.
Makna dalam puisi dapat diketahui dari larik yang tersusun dalam bait-bait puisi. Hal ini berlaku juga untuk puisi berjudul Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Untuk mengetahui bagaimana makna puisi karya Sutardji Calzoum Bachri tersebut, berikut ini adalah isi puisi Tanah Air Mata.
Tanah Air Mata
tanah airmata tanah tumpah darahku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami
di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami
di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami
kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan dukalara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana
bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke mana pun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke mana pun terbang
kalian kan hinggap di airmata kami
ke mana pun berlayar
kalian arungi air mata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa kemana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata kami
Sutardji Calzoum Bachri, (Horison, 1998:14)
Berdasarkan bait puisi tersebut, kita dapat mengetahui makna puisi Tanah Air Mata berisi kritik bagi pemerintahan. Tak hanya itu, dalam puisi ini juga digambarkan kondisi rakyat yang masih menderita dan masih dalam kondisi keterbelakangan baik dalam segi teknologi, ekonomi, dan lainnya. Pembahasan makna puisi Tanah Air Mata dan analisisnya juga dipaparkan dalam buku Pembelajaran Puisi untuk Mahasiswa: Buku untuk Mahasiswa yang ditulis oleh Mohd. Harun (2018: 77).
Dikutip dari dalam buku tersebut bahwa puisi Tanah Air Mata berisi kritikan pedas terhadap penyelenggara negara, baik unsur legislatif, eksekutif, maupun yudikatif, yang dengan sengaja telah menzalimi rakyat jelata. Padahal tanpa rakyat tentu tidak akan ada pemimpin.
Dalam buku tersebut juga membahas bahwa diksi “air mata” sengaja digunakan berulang kali sebagai wujud keprihatinan yang mendalam dari sang penyair melihat rakyat di negerinya yang terus hidup merana, sementara para pemimpin asyik berpesta pora dan menikmati hidup yang nyaman.
Demikian ulasan tentang makna puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri yang dapat Anda pelajari. Semoga bermanfaat. (DAP)
