Makna Rasul Allah dalam Ajaran Agama Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu rukun iman dalam ajaran Islam adalah iman kepada rasul Allah. Kemukakan makna rasul Allah! Simak penjelasannya dalam ajaran agama Islam melalui artikel berikut ini. Baca hingga tuntas agar jelas, ya!
Kemukakan Makna Rasul Allah Menurut Ajaran Islam
Kemukakan makna rasul Allah. Bila mendapati instruksi tersebut, artinya kita perlu menjelaskan yang dimaksud dari rasul Allah. Jadi, mari kita simak uraian tentang pengertian rasul Allah mulai dari makna secara etimologis.
Secara etimologis atau asal-usul katanya, kata rasul berasal dari akar kata risl yang artinya inbi’ats (bangkit, bergerak, dan pergi). Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi (2020: 95) dalam bukunya yang berjudul Nuh: Peradaban Manusia Kedua menjelaskan bahwa kata rasul secara bahasa juga dapat berarti orang yang menyambungkan berita pihak yang mengutusnya. Selain itu Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi pun menjelaskan bahwa rasul disebut rasul karena dia adalah orang yang memiliki dan membaca risalah, pesan, dan misi.
Lantas apa makna dari rasul Allah sesungguhnya? Selama ini, kita tentu pernah mendengar bahwa makna rasul Allah adalah manusia yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu Allah. Berarti seperti nabi, ya? Tidak. Mari simak penjelasan antara nabi dan rasul agar semakin paham tentang makna rasul Allah.
Perbedaan antara Nabi dan Rasul Allah
Rasul sudah tentu nabi, tetapi nabi belum tentu rasul. Artinya, seorang rasul pasti merupakan seorang nabi. Namun, seorang nabi belum tentu merupakan seorang rasul.
Nabi dan rasul memiliki perbedan. Perbedaan antara nabi dan rasul Allah terdapat pada tugasnya. Berikut adalah perbedaan antara nabi dan rasul yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2017.
Nabi adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.
Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup.
Mengimani (mempercayai) rasul-rasul Allah merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Perintah ini terdapat dalam Alquran Surat An Nisa ayat 136. Pada surat tersebut, Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا ١٣٦
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.
Itulah uraian penjelasan tentang makna rasul Allah. Bila ingin belajar dan mengetahui lebih lanjut tentang rasul Allah dan ajaran agama Islam belajarlah bersama ahlinya (ustaz, guru agama Islam, atau guru ngaji). Jangan belajar agama sendirian sebab khawatir akan terjerumus dan salah paham. Wallahu a’lam bish-shawab.
Kebenaran hanya milik Allah SWT, sedangkan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita dan membimbing kita untuk menjadi hamba yang lebih baik setiap harinya. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (AA)
