Konten dari Pengguna

Makna Surat Al Bayyinah 1-8 dan Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Bayyinah 1-8 dalam Alquran. Foto: dok. https://pixabay.com/
zoom-in-whitePerbesar
Surat Al Bayyinah 1-8 dalam Alquran. Foto: dok. https://pixabay.com/

Surat Al Bayyinah 1-8 merupakan salah satu surat pendek yang cukup banyak dihafal oleh umat Muslim karena merupakan surat yang sering dibaca saat sholat. Tak hanya itu, surat Al Bayyinah ini rupanya memiliki makna yang mendalam yang perlu kita pahami. Berikut ini adalah makna surat Al Bayyinah 1-8 beserta dengan penjelasan lengkapnya.

Penjelasan Makna Surat Al Bayyinah 1-8 dan Hikmah yang Dapat Diambil

Menjadi salah satu surat pendek dalam Alquran membuat surat Al Bayyinah 1-8 menjadi surat yang familiar bagi sebagian besar umat muslim. Surat yang bermakna pembuktian ini adalah surat ke-98 dalam Alquran yang membahas bagaimana pembuktian yang diturunkan Allah sebagai penentangan terhadap apa yang dipikirkan orang Kafir.

Hal ini juga disebutkan dalam buku berjudul Tafsir An-Nur Jilid 04 yang disusun oleh Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy (2011:599) yang menyebutkan bahwa surat Al Bayyinah memiliki kandungan yang berisi bantahan terhadap pendirian orang-orang kafir baik dari golongan musyrik maupun golongan ahli kitab.

Surat Al Bayyinah 1-8 dalam Alquran. Foto: dok. https://pixabay.com/

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:١

lam yakunil ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina mungfakkiina hattaa ta’tiyahumul bayyinah

1. Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُوْلٌ مِّنَ اللهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿البينة:٢

rosuulum minalloohi yatluu suhufam muthohharoh

2. (yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al Qur’an).

فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿البينة:٣

fiiha kutubung qoyyimah

3. di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:٤

wamaa tafarroqol ladziina uutul kitaaba illaa mim ba’dimaa jaa-athumul bayyinah

4. Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ ﴿البينة:٥

wamaa umiruu illaa liya’budullooha mukhlishiina lahud diina khulafaa-a wayuqiimus sholaata wayu’tuz zakaata wadzaalika diinul qoyyimah

5. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٦

innal ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khoolidiina fiiha ulaa-ika hum syarrul bariyyah

6. Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.

إِنَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٧

innal ladziina aamanuu wa’amilush shoolihaati ulaa-ika hum khoirul bariyyah

7. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِىْ مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُ ﴿البينة:٨

jazaa-uhum ‘inda robbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihal anhaaru khoolidiina fiiha abadaa rodhiyalloohu ‘anhum warodhuu ‘anhu dzaalika liman khosyiya robbah

8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Dari Surat Al Bayyinah 1-8 ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Allah telah menurunkan bukti nyata kepada kaum kafir sebagai bantahan terhadap apa yang sudah dipikirkan oleh orang kafir itu tidak benar. Tak hanya itu, dalam surat ini Allah juga menyebutkan ganjaran apa saja yang akan diperoleh bagi hamba-Nya yang mau menunaikan ibadah dengan niat hanya karena Allah semata.

Dengan ulasan di atas, memahami makna surat Al Bayyinah 1-8 Anda untuk meningkatkan keimanan agar Anda menjadi hamba allah yang selalu diliputi rahmat Allah.(DAP)