Makna Surat Al Fatihah Ayat 5: Iyyaka Nabudu Wa Iyyaka Nastain

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Fatihah merupakan salah satu surat pendek yang selalu kita baca saat mengerjakan sholat. Dalam hadist Riwayat Bukhari pun, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa surat Al Fatihah merupakan surat yang paling agung di dalam Alquran. Setiap ayatnya memiliki makna yang mendalam yang bisa dipelajari oleh setiap muslim, termasuk pada ayat 5 yang berbunyi iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.
Adapun arti dari Surat Al Fatihah ayat 5 tersebut adalah sebagai berikut.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Iyyakaa na’budu wa iyyaaka nasta’iin
Artinya:
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
Makna Surat Al Fatihah Ayat 5: Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in
Berikut ini adalah beberapa makna yang terdapat dalam ayat iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in dikutip dari buku Tafsir Al-Amin – Bedah Surat Al-Fatihah: Edisi Revisi karya Muhammad Amin Suma (2021:110).
1. Tidak Menyembah Selain Kepada Allah
Lafadz iyyaka menunjukkan adanya perhatian dan pembatasan, dimana maksudnya adalah setiap muslim tidak diperkenankan untuk menyembah selain kepada Allah SWT. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk ketaatan umat muslim kepada Tuhannya.
2. Memuji Allah dengan Sifat-Sifat Terbaik-Nya
Rasulullah SAW bersabda di dalam kitab Sahihain yang ditulis oleh Ubadah Ibnus Samit sebagai berikut.
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Artinya:
“Tidak ada sholat (tidak sah sholat) orang yang tidak membaca fatihatul kitab.”
Jadi, maksud dari ayat ini adalah agar umat muslim memuji Allah SWT melalui surat Al Fatihah yang mengandung sifat-sifat terbaik dari Allah SWT.
3. Ibadah Merupakan Tujuan Utama
Lafadz iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in mempunyai makna bahwa Allah SWT memerintahkan kepada pembaca untuk ikhlas dalam beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Ayat ini hendak menyampaikan posisi ibadah yang lebih tinggi di atas segalanya. Dengan kata lain, ibadah kepada Allah SWT merupakan tujuan utama, sedangkan meminta pertolongan kepada Allah SWT merupakan sarana untuk melakukan ibadah bagi setiap umat muslim.
(Anne)
