Makna Tari Saman yang Berasal dari Daerah Aceh

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa, bahkan hal tersebut telah diakui oleh negara lain. Tidak heran jika Indonesia memiliki keanekaragaman yang sangat luar biasa, pasalnya tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas dan budaya masing-masing. Misalnya di Aceh ada yang namanya tari saman, tari yang memiliki makna mendalam dalam setiap gerakannya. Pada artikel ini akan membahas mengenai makna tari saman yang berasal dari daerah Aceh, meski berasal dari Aceh tari saman merupakan salah satu kebanggaan Indonesia karena tari ini sering dipentaskan dalam acara-acara besar bahkan yang skalanya internasional.
Makna Tari Saman yang Berasal dari Daerah Aceh
Sebelum membahas mengenai makna seni tari saman yang berasal dari daerah Aceh, mari kita lihat terlebih dahulu mengenai sejarah singkat dari tari saman. Dikutip dari buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara karya Resi Septiana Dewi, (2012: 3) dijelaskan bahwa tarian ini namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad 14 Masehi, dari dataran tinggi Gayo.
Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane, namun kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian yang ditujukan kepada Allah swt, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Pada saat itu, tari Saman menjadi salah satu media dakwah yang digunakan oleh para kiai, untuk menyebarkan agama Islam di Aceh.
Pada awalnya, tari Saman hanya ditampilkan untuk acara-acara tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad saw. atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Biasanya, tari Saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan.
Kini, tari Saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.
Tari saman memiliki unsur-unsur atau nilai keIslaman yang sangat kuat di dalamnya. Pertama adalah dari syair yang ada di dalam lagu yang mengiringi tari saman dimana dijelaskan jika makna tari saman tidak bisa dilepaskan dengan nilai-nilai ketauhidan untuk beriman kepada Allah SWT. Syair tersebut juga menjelaskan bagaimana seisi dunia ini berasal dari ciptaan Allah SWT.
Selain itu gerakan tari saman juga menggambarkan bagaimana seorang individu harus memiliki sopan santun. Hal ini dapat dilihat dari syair yang dilantunkan untuk menghormati orang-orang yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir melihat pertunjukan mereka.
Demikian adalah pembahasan mengenai sejarah singkat dan makna tari saman yang berasal dari daerah Aceh. (WWN)
