Konten dari Pengguna

Makna Tumpek Landep bagi Masyarakat Beragama Hindu di Bali

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi artikel Makna Tumpek Landep bagi Masyarakat Beragama Hindu di Bali. Sumber: unsplash.com/Jeremy Bishop
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Makna Tumpek Landep bagi Masyarakat Beragama Hindu di Bali. Sumber: unsplash.com/Jeremy Bishop

Tumpek Landep adalah salah satu hari raya yang dirayakan umat Hindu di Bali. Tumpek Landep memiliki makna dan filosofi dengan arti yang dalam bagi kehidupan umat Hindu Bali.

Dalam artikel berikut ini, kita akan menyimak penjelasan mengenai pengertian Tumpek Landep serta makna dan filosofinya bagi masyarakat beragama Hindu di Bali.

Ilustrasi artikel Makna Tumpek Landep bagi Masyarakat Beragama Hindu di Bali. Sumber: usnplash.com/Nick Fewings

Arti dan Pengertian Tumpek Landep

Menurut website disbud.bulelengkab.go.id (diakses pada 05/11/2022), Tumpek Landep diperingati saat Saniscara Kliwon wuku Landep setiap 6 bulan sekali. Tumpek memiliki arti turun, yang maknanya berkembang menjadi peringatan. Landep berarti tajam atau ketajaman. Ketajaman tersebut disimbolkan sebagai senjata yang berbentuk lancip/runcing seperti keris, tombak, dan pedang.

Seiring dengan perkembangan zaman, senjata lancip tersebut meluas pengertiannya. Tidak hanya keris dan tombak, namun juga benda-benda yang dihasilkan dari cipta karsa manusia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti mobil, mesin, motor, komputer, dna lain sebagainya.

Masih menurut website yang sama, dalam Tumpek Landep, Landep diartikan sebagai tajam yang mempunyai makna filosofis bahwa Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi, dan manah (pikiran).

Menurut buku Kemeriahan Pesta Adat Bali oleh Andriansyah (2011: 77), tujuan pemujaan dalam Tumpek Landep adalah astawakena ring sarwa sanjata lelandeping prang, yakni memuja Sang Hyang Pasupati untuk memohon agar senjata/peralatan hidup yang dipakai untuk berperang/berusaha menjadi bertuah atau berfungsi sebagaimana mestinya, tajam dan berguna.

Dalam Tumpek Landep terkandung kedalaman makna dan filosofi serta tuntunan hidup yang menggerakkan umat manusia untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Hari Raya Tumpek Landep mengandung makna permohonan, ungkapan rasa syukur, serta terima kasih kepada Sang Pencipta atas kemudahan, rahmat, dan ketajaman pikiran yang telah diberikan-Nya kepada umat Manusia.

Hari Raya Tumpek Landep juga mengandung pesan agar manusia dan umat Hindu, khususnya di Bali dapat memanfaatkan dan mempergunakan benda-benda yang terbuat dari logam untuk kesejahteraan dan kemakmuran dalam kehidupan.

Ilustrasi masyarakat Hindu di Bali. Sumber: unsplash.com/Ruben Hutabarat

Itulah penjelasan mengenai makna Tumpek Landep bagi masyarakat beragama Hindu di Bali. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai upacara adat di Bali.(ind)