Konten dari Pengguna

Mana Penulisan yang Benar, Masya Allah atau Masha Allah?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masya Allah atau masha Allah, sumber gambar oleh Pexels dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masya Allah atau masha Allah, sumber gambar oleh Pexels dari Pixabay

Kalimat Masya Allah sering diucapkan umat muslim Indonesia, dalam kehidupan sehari-harinya. Masya Allah berasal dari Bahasa Arab, yang memiliki bentuk kata dan juga ada beberapa kalimat yang hampir mirip penulisannya tapi memiliki makna yang berbeda. Agar tidak salah kaprah, Masya Allah atau Masha Allah, inilah penulisan yang benar dan penjelasan lengkapnya.

Penulisan Masya Allah atau Masha Allah yang Benar

Ilustrasi masya Allah atau masha Allah, sumber gambar oleh İbrahim Mücahit Yıldız dari Pixabay

Dalam Bahasa Arab ada tata bahasa yang ketika berbicara dengan satu orang atau lebih, bisa berbeda. Seperti pengucapan Masya Allah atau Masha Allah, beberapa pendapat ulama mengatakan bahwa kedua penulisan tersebut sama-sama memiliki arti yang sama. Untuk artinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai kata seru menyatakan perasaan heran, sayang, dan keterkejutan (maknanya apa yang dikehendaki Allah).

Di dalam Al-Quran ada beberapa surat yang terdapat kata Masya Allah, salah satunya adalah pada surat Al-Kahfi ayat 39. Pada surat ini penulisan masya Allah yang benar adalah Maa syaa Allah yang dibaca panjang sesuai kaidah pada Bahasa Arab.

Untuk lebih jelasnya bisa di simak pada bacaan surat Al-Kahfi berikut ini:

وَلَوْلَآ اِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۙ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ ۚاِنْ تَرَنِ اَنَا۠ اَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَّوَلَدًاۚ

walau lā iż dakhalta jannataka qulta mā syā`allāhu lā quwwata illā billāh, in tarani ana aqalla mingka mālaw wa waladā

Penggunaan Kalimat Masya Allah atau Masha Allah

Menurut buku Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin (1998), dilihat dari segi Bahasa Arab, Masya Allah bisa digunakan dalam dua keadaan yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Masya Allah adalah dengan menjadikan kata "maa" sebagai maushul (kata sambung) dan berstatus sebagai predikat. Sehingga bentuknya secara lengkap adalah "hadzaa maa syaa Allah." yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan "Itulah yang dikehendaki Allah."

  2. Ungkapan Masya Allah adalah kata benda yang berstatus sebagai fi'il syarath atau kata kerja yang mengindikasikan sebab. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, berarti "Apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi."

Dari penjelasan tentang penulisan Masya Allah atau Masha Allah yang benar seperti apa, semoga bisa lebih memahami tentang kalimat istimewa bagi umat muslim. (WWN)