Konten dari Pengguna

Manfaat Break Even Point Bagi Pengusaha

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Usaha, sumber: Dictio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Usaha, sumber: Dictio

Manfaat Break Even Point cukup signifikan bagi pengusaha atau wirausahawan yang sedang menjalankan bisnisnya, karena bisa dijadikan patokan untuk mencari laba sesuai dengan target yang diinginkan.

Menurut Dwi Prastowo dalam bukunya: Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi, tahun 2015, pengertian Break Even Point adalah sebagai berikut:

“Titik impas (break even point) adalah titik di mana total biaya sama dengan total penghasilan. Dengan demikian, pada titik impas tidak ada laba maupun rugi yang diterima oleh perusahaan.”

Manfaat Break Even Point dan Rumusnya

Setelah mengetahui pengertiannya, berikut ini adalah manfaat Break Even Point sesuai dengan buku Akuntansi Biaya : Kajian Teori dan Aplikasi, yang ditulis oleh Bastian Bustami & Nurlela tahun 2006.

  1. Dengan BEP, perusahaan bisa mengetahui jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar terhindar dari kerugian

  2. Menggunakan BEP, perusahaan dapat mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai agar memperoleh keuntungan.

  3. Perusahaan dapat mengetahui nilai berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

  4. Perusahaan dapat mengetahui dampak perubahan harga jual, biaya, dan volume penjualan.

  5. Perusahaan dapat menentukan ragam produk yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat keuntungan yang telah ditargetkan dalam perencanaan.

Untuk bisa mendapatkan manfaat Break Even Point, maka kita harus menghitungnya terlebih dahulu dengan rumus berikut ini:

sumber: 99co

Dalam rumus BEP di atas terdapat beberapa komponen berikut ini:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap sifatnya konstan atau tetap dan tidak tergantung dengan besaran produksi yang dilakukan

Contoh dari biaya tetap adalah gaji karyawan dan tarif sewa tempat usaha.

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Variable cost memiliki sifat yang dinamis sesuai volume produksi, ketika proses produksi meningkat, maka biaya variabel ikut bertambah.

Contoh dari biaya variabel adalah biaya listrik serta ongkos bahan baku.

3. Harga Jual (P)

Harga jual adalah harga yang ditetapkan untuk setiap unit produk yang dijual. Nilainya diperoleh dari penjumlahan harga pokok plus keuntungan yang ingin diperoleh.

Demikian adalah manfaat Break Even Point dan rumus menghitungnya, semoga bermanfaat. (Adelliarosa)