Manfaat Khutbah dalam Islam dan Syarat-syaratnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi umat Islam, terutama laki-laki, pasti sudah tidak asing lagi dengan khotbah di hari Jumat. Sebagai salah satu rukun salat Jumat, ternyata terdapat manfaat khutbah yang banyak orang belum mengetahui.
Pasalnya, khotbah menjadi salah satu metode belajar agama Islam. Sedangkan belajar menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat Islam.
Manfaat Khutbah dalam Islam
Dikutip dari laman islam.nu.or.id, manfaat khutbah dalam agama Islam adalah mengingatkan jemaah terhadap urusuan dunia berdasarkan Al-Qur’an dan hadis serta mempersiapkan diri untuk di akhirat kelak.
Bahkan, beberapa ulama hanya menyampaikan perkara surga, neraka, dan hal-hal yang berfaedah di dunia saja.
Tujuannya agar jemaah untuk mengingat bahwa setiap hal harus sesuai nilai-nilai agama. Apabila tidak, maka di akhirat kelak akan mendapat balasan berupa siksa neraka.
Syarat-Syarat Khotbah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) khotbah adalah pidato dalam menguraikan ajaran agama. Sedangkan secara bahasa, khotbah berasal dari kata “khataba-yakhtuba-khutbatan”, yang berarti ceramah atau pidato.
Dikutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation (2018) khotbah adalah ajakan dengan menyeru orang lain untuk meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanannya dengan cara menyampaikan pesan keagamaan sesuai dengan rukun dan syarat tertentu.
Dalam agama Islam, terdapat beberapa khotbah yang sering dilaksanakan, yaitu khotbah Jumat, hari raya (Idulfitri dan Iduladha), khotbah nikah, salat Istisqa, dan wukuf di Arafah.
Khotbah Jumat merupakan khotbah yang disampaikan pada hari Jumat saat berlangsungnya salat Jumat. Waktunya saat masuk zuhur atau saat matahari mulai tergelincir. Khotbah Jumat tidak dapat dilewatkan sehingga hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki.
Sementara khotbah Idulfitri adalah khotbah yang disampaikan pada saat salat id pada 1 Syawal. Di sisi lain, khotbah Iduladha adalah khotbah yang disampaikan pada saat berlangsungnya salat id pada 10 Dzulhijjah.
Dalam menunaikan khotbah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni:
Waktu pelaksanaan: Khotbah jumat dilaksanakan pada tergelincirnya matahari. Sedangkan khotbah salat Idulfitri dan Iduladha setelah matahari terbit;
Khotib yang menyampaikan haruslah laki-laki yang telah balig, berakal sehat, dan memiliki kemampuan agama Islam memadai;
Menutup aurat;
Dilakukan dengan berdiri;
Disampaikan secara jelas;
Membaca hamdalah pada khobah bagian pertama;
Membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw.;
Mengingatkan kepada jemaah untuk memperbanyak hal-hal yang diminta Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya;
Berdoa kepada umat Islam di penghujung khotbah kedua.
Baca Juga: Pengertian Serta Perbedaan Khutbah, Tabligh, dan Dakwah dalam Islam
Dengan mengetahui manfaat khutbah, sudah sepatutnya untuk mendengarkannya secara saksama. Sehingga dapat memahami apa yang dijelaskan khotib dan dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari agar selamat di dunia dan akhirat. (MZM)
