Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah sesuatu yang bisa membuat manusia menjadi lebih baik. Salah satunya adalah memiliki kepercayaan diri yang lebih baik.
Selain meningkatkan kepercayaan diri, adanya sikap syaja’ah juga dapat membantu seseorang dalam menghadapi permasalahan hidupnya. Hal ini sebab sikap syaja’ah membuat diri lebih berani dalam membela kebenaran.
Macam-Macam Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengutip dari dalam buku berjudul Aqidah Akhlak, Fitria Dwi Chahyani, Machnunah Ani Zulfah, M.Pd.I. (2021: 70), secara bahasa, syaja’ah berarti berani atau gagah.
Sedangkan menurut istilah, syaja’ah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian untuk membela dan mempertahankan kebenaran secara berani dan terpuji.
Jadi, syaja’ah dapat didefinisikan sebagai keberanian yang berlandaskan kebenaran dan dilakukan dengan penuh pertimbangan. Syaja’ah dibutuhkan dalam kehidupan.
Untuk menegakkan kebenaran dibutuhkan syaja'ah dan untuk mencegah kemungkaran juga dibutuhkan sifat syaja'ah. Dengan begitu, sikap syaja'ah memiliki manfaat bagi seseorang.
Manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah memiliki sikap dewasa dalam menghadapi kesulitan, bahaya, masalah yang mengancam.
Selain itu, adanya sifat syaja’ah dalam diri sendiri juga dapat memberikan manfaat lainnya, antara lain:
Membantu menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri sendiri.
Menumbuhkan kejujuran dalam diri
Membantu membangun kepercayaan dari orang lain.
Mendapatkan pahala dan keutamaan dari Allah Swt.
Dijauhkan dari perbuatan munkar dan merugikan
Dalil yang Membahas Tentang Sikap Syaja’ah
Syaja’ah atau berani terhadap sesuatu bukan berarti menghilangkan rasa takut dalam menghadapi sesuatu, namun lebih kepada tindakan yang dilakukan berorientasi dengan aspek masalahan dan tanggung jawab dan berdasarkan pertimbangan maslahat.
Sikap syaja’ah dibahas dalam salah satu ayat Alquran dari surat Ali Imran ayat 139 yang berbunyi:
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Wa lā tahinụ wa lā taḥzanụ wa antumul-a'launa ing kuntum mu`minīn
Artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)
Baca juga: Sikap yang Patut Diteladani dari Kisah Kaum Anshar berdasarkan Ajaran Islam
Dengan mengetahui apa saja manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari, umat muslim dapat memperbaiki diri dan menerapkan sikap syaja’ah dalam kehidupan. (DAP)
