Manifestasi Imajinasi Sosiologi, Pengubahan Masalah Pribadi Menjadi Isu Publik

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan manifestasi imajinasi sosiologi? Secara umum, dapat dipahami bahwa manifestasi imajinasi sosiologi adalah pengubahan atas masalah pribadi menjadi isu publik. Mari simak uraian lengkapnya di bawah ini supaya jelas dan terhindar dari salah persepsi.
Baca juga: Pengertian Perubahan Progres dalam Ilmu Sosiologi
Definisi Manifestasi Imajinasi Sosiologi: Pengubahan Masalah Pribadi Menjadi Isu Publik
Guna memahami definisi imajinasi sosiologi secara utuh, mari kita bedah arti satu persatu dari kata penyusunnya dengan merujuk pada pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI, arti kata manifestasi, imajinasi, dan sosiologi, yaitu:
Manifestasi = perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat; perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan.
Imajinasi = daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; khayalan.
Sosiologi = pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat ditafsirkan bahwa manifestasi imajinasi sosiologi merupakan perwujudan perasaan atau pendapat yang memiliki kaitan dengan sosiologi (struktur, proses, dan/atau perubahan sosial). Faktanya, istilah imajinasi sosiologi ini merupakan istilah yang dipopulerkan oleh seseorang bernama C. Wright Mills.
Murdiyatmoko (2007: 4) dalam bukunya yang berjudul Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat untuk SMA/A Kelas X mengungkapkan,
Istilah sociological imagination (imajinasi sosiologis) dipopulerkan oleh C. Wright Mills yang dimaksudkan untuk membantu agar manusia tidak menyalahkan diri sendiri atas segala masalah yang dihadapi dan lebih memahami keadaan. Misalnya, mengapa ada banyak orang miskin dan ada sedikit orang kata, mengapa ada orang yang bisa memperoleh pendidikan, tetapi ada yang tidak.
Penjelasan Mills memberikan pemahaman bahwa imajinasi sosiologi memiliki kegunaan untuk membantu manusia untuk memahami keadaan dan tidak menyalahkan diri sendiri atas segala masalah sosial yang ada. The King Eduka (2018: 829) dalam bukunya yang berjudul Master Kisi-Kisi SBMPTN SOSHUM 2019 mengungkapkan bahwa manifestasi imajinasi sosiologi adalah mengubah masalah pribadi menjadi isu-isu publik.
Jika menemukan masalah memang tidak baik bila hanya menyalahkan diri sendiri, kita perlu berupaya memahami keadaan. Namun, sebagai individu kita juga perlu melakukan introspeksi dan memperbaiki diri supaya dapat menyelesaikan masalah sehingga menjadi pribadi yang lebih matang serta hidup dengan lebih mapan.
Sekian uraian tentang manifestasi imajinasi sosiologi kali ini. Semoga kita dapat berubah menjadi individu yang lebih baik setiap harinya, ya! (AA)
