Masya Allah atau Masha Allah, Mana Penulisan yang Benar Menurut Islam?

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masya Allah atau Masha Allah adalah kalimat yang diucapkan umat Muslim ketika mengalami ketakjuban saat melihat sesuatu yang merupakan kekuasaan Allah SWT. Namun, sering kita temukan perbedaan cara penulisan 'Masya Allah' atau 'Masha Allah'. yang mana yang benar? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Arti dan Penulisan Masya Allah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, Masya Allah diartikan sebagai kata seru menyatakan perasaan heran, sayang, dan keterkejutan (maknanya apa yang dikehendaki Allah).
Ucapan Masya Allah tertulis dalam Surat Al Kahfi ayat 39 yang berbunyi sebagai berikut:
Walau la iz dakhalta jannataka qulta maa sya allahu la quwwata illa billah, in tarani ana aqalla mingka malaw wa walada
Artinya:
Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam harta dan keturunan,
Lalu bagaimana penulisan Masya Allah yang benar? Jika kita lihat dari Surat Al Kahfi ayat 39, penulisan Masya Allah yang benar adalah, "Maa syaa Allah".
Menurut buku Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin (1998), dilihat dari segi bahasa Arab, Masya Allah bisa digunakan dalam dua keadaan yang dijelaskan sebagai berikut:
Masya Allah adalah dengan menjadikan kata "maa" sebagai maushul (kata sambung) dan berstatus sebagai predikat. Sehingga bentuknya secara lengkap adalah "hadzaa maa syaa Allah." yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan "Itulah yang dikehendaki Allah."
Ungkapan Masya Allah adalah kata benda yang berstatus sebagai fi'il syarath atau kata kerja yang mengindikasikan sebab. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, berarti "Apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi."
Dalam buku Aqidah Akhlak untuk Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah oleh Ahmad Kusaeri (2008: 2-3), dijelaskan bahwa fungsi pokok dari kalimat Masya Allah adalah kalimat kekaguman (takjub), yaitu perasaan kagum yang muncul saat seseorang menyaksikan sesuatu yang merupakan ciptaan Allah SWT. Sesuatu itu bisa berupa benda (materi) atau kejadian (non-materi).
Mengucapkan Masya Allah dapat membuat kita menjadi lebih rendah hati dan selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT. Oleh karena itu, semoga kita semua menjadi umat Muslim yang senantiasa mengucapkan Masya Allah.
Itulah penjelasan mengenai penulisan Masya Allah serta arti dan maknanya. Semoga bermanfaat untuk Anda.(IND)
