Matahari Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat sebagai Contoh Qadha

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, setiap umatnya meyakini adanya qadha dan qadar sebagai suatu hal yang haq atau benar adanya. Terdapat banyak sekali contoh adanya qadha dan qadar dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat termasuk contoh adanya qadha. Untuk mengetahui bagaimana qadha dan qadar dalam Islam, mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Matahari Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat sebagai Contoh Qadha
Iman kepada qada dan qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini bagi tiap-tiap umat Islam. Apa itu qadha dan qadar? Qada merupakan keputusan atau ketetapan Allah yang telah dituliskan sejak zaman azali, sedangkan qadar merupakan ketentuan yang telah ditetapkan Allah atas hamba-Nya namun masih dapat diubah sesuai dengan usaha yang dilakukan seorang hamba.
Pembahasan lengkap mengenai pengertian qada dalam Islam dipaparkan dalam buku berjudul Tafsir Al-Asas: Tafsir Lengkap dan Menyentuh Ayat-ayat Seputar Islam, yang disusun oleh Iman dan Ihsan, H. Darwis Abu Ubaidah (2012: 400) bahwa menurut pengertian akidah (keyakinan), qadha adalah keputusan-keputusan Allah terhadap segala sesuatu.
Lebih lanjut, dalam buku tersebut juga dipaparkan bahwa segala ketentuan yang ditetapkan Allah dalam qada tersebut juga mencakup dengan kebahagiaan dan kesengsaraan, ajal dan rezeki manusia. Qada ditentukan oleh Allah di zaman azali, suatu zaman di mana Allah belum menciptakan sesuatu apapun.
Selain qada, umat Muslim juga wajib mengimani qadar. Penjelasan lengkap mengenai qada dan qadar dijelaskan dalam buku berjudul Minhajul Muslimah yang ditulis oleh Muhammad Syafii Masykur (2020: 26) yang menyebutkan bahwa qada adalah ketetapan Allah dalam suatu perkara ketika terjadinya.
Sementara qadar adalah ketentuan Allah untuk suatu urusan sebelum sejak zaman azali. Ketentuan Allah disebut dengan qadar dan pada saat ketentuan itu berlaku maka itulah yang disebut dengan qadha. Ketentuan qada dan qadar ini juga tertuang dalam sebuah dalil Alquran yang berbunyi:
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ
Artinya: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS. Al An’am:59).
Dari pemaparan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat termasuk contoh qadha yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketentuan mengenai terbit dan tenggelamnya matahari disebutkan dalam sebuah Alquran berikut ini:
وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
Wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm
Artinya: Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Yasin: 38)
Pemaparan lengkap mengenai peristiwa matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat termasuk contoh qadha dalam Islam dapat Anda pelajari untuk meningkatkan keimanan kita sehingga kita terus diliputi rahmat dari Allah. (DAP)
