Maulid Nabi Libur atau Tidak? Cek Penjelasan Resminya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun 2025, pemerintah telah menetapkan Maulid Nabi sebagai hari libur nasional resmi. Pertanyaan Maulid Nabi libur atau tidak pun akhirnya terjawab melalui keputusan yang sah.
Perayaan Maulid Nabi selalu penuh makna melalui pengajian, ceramah, tafsir, dan majelis ilmu. Umat juga memperbanyak selawat serta zikir sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah.
Melalui Tambah Apa Hari Ini, El-Hujjah Crew (2018:64) menjelaskan Maulid Nabi sebagai hari lahir Nabi Muhammad saw. dan diperingati oleh umat Muslim di banyak negara setiap tahunnya. Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal dan dirayakan sebagai hari libur.
Maulid Nabi Libur atau Tidak? Budaya Perayaannya di Indonesia
Ketentuan Maulid Nabi libur atau tidak telah diatur melalui SKB Nomor 933/2025, 1/2025, dan 3/2025. Aturan tersebut merupakan revisi SKB sebelumnya mengenai Libur Nasional serta Cuti Bersama.
Kebijakan ini memberikan kepastian hukum atas penetapan hari libur Maulid Nabi yang akhirnya ditetapkan pada hari Jumat, 5 September 2025. Hal ini mempermudah perencanaan masyarakat dalam kegiatan keagamaan maupun sosial.
1. Budaya Perayaan Maulid Nabi di Indonesia
Perayaan Maulid Nabi biasanya dimaknai dengan tradisi berbagi, termasuk sedekah makanan, santunan, serta kegiatan sosial. Sebagian umat melaksanakan puasa sunah Senin sebagai ungkapan syukur dan pelaksanaan tradisi ini memperkaya budaya Islam Indonesia.
Selain dimensi spiritual, Maulid Nabi juga sarat dengan nilai budaya Nusantara. Contoh nyata terlihat di Yogyakarta melalui tradisi Grebeg Maulud dan prosesi gunungan, dan kegiatan ini dilengkapi dengan pertunjukan seni Islami seperti musik serta wayang tradisional.
2. Dasar Ulama dalam Merayakan Maulid Nabi
Sejumlah ulama menilai perayaan Maulid Nabi berdasar hadis dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Hadis tersebut membahas amalan syukur atas nikmat serta keselamatan tertentu.
Syekh Musthafa Hamdu 'Ulayyan Al-Hambali menegaskan amalan syukur memiliki berbagai wujud ibadah. Bentuk syukur tersebut termasuk puasa, sujud, membaca Al-Qur’an, hingga sedekah.
Perayaan ini tidak hanya mempertegas nilai spiritual, tetapi juga memperkuat tradisi budaya Islam. Peringatan Maulid Nabi sekaligus menjadi momentum syukur bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Maulid 2025 yang Bisa Dilaksanakan Umat Islam
Pertanyaan Maulid Nabi libur atau tidak kini jelas dengan keputusan pemerintah tahun 2025. Umat Islam dapat memanfaatkan libur ini untuk memperkuat ibadah serta nilai kebersamaan. (HAN)
