Memahami Arti Kata Al Ilmu Bila Amalin Kasyajari Bila Tsamarin

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Tanpa ilmu, seseorang akan hidup dalam jurang kesesatan. Namun bukan berarti setelah menapatkan ilmu bisa semena-mena hingga menganggap rendah orang lain. Seharusnya, ilmu yang didapatkan kemudian diamalkan dalam setiap sendi-sendi kehidupan. Seperti sebuah pepatah Arab al ilmu bila amalin kasyajarin bila tsamarin. Apa arti kata tersebut?
Memahami Arti Kata Al Ilmu Bila Amalin Kasyajari Bila Tsamarin
Sebagian manusia menganggap bahwa menuntut ilmu adalah hal yang tidak penting atau hanya sekedar mencari pahala dan jika tidak melakukannya maka tidak menimbulkan dosa. Padahal, belajar adalah sebuah kewajiban, terutama bagi umat Islam. Rasulullah SAW bersabda,
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224)
Selain sebagai sebuah kewajiban, menuntut ilmu juga salah satu cara untuk memudahkan dalam meraih surga dari Allah SWT.
Ketika sudah mendapatkan ilmu, langkah selanjutnya adalah mengamalkannya. Sebab, sebuah ilmu tidak ada maknanya jika tidak diamalkan. Ilmu bukan sekedar tambahan wawasan, berbangga diri saja, ataupun untuk meninggikan harga diri dihadapan orang lain.
Sebagai sebuah pengingat bagi para penutut ilmu, terdapat sebuah pepatah Arab yang berbunyi,
العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر
Al ilmu bila amalin kasyajarin bila tsamarin
Artinya, “Ilmu tanpa amal atau praktek seperti pohon yang tidak ada buahnya.”
Dikutip dari buku Isu-Isu Global Manajemen Pendidikan Islam karya Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd, dkk (2021:168), makna dari kata tersebut adalah seseorang yang berilmu hendaknya mempertanggung jawabkannya pada Allah SWT dengan mengamalkan ilmunya. Sehingga, ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk diri sendiri dan bagi orang lain.
Sebagaimana sebuah hadits muttafaq alaih dari Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW bersabda,
Ada seseorang yang didatangkan pada hari kiamat lantas ia dilemparkan dalam neraka. Usus-ususnya pun terburai di dalam neraka. Lalu dia berputar-putar seperti keledai memutari penggilingannya. Lantas penghuni neraka berkumpul di sekitarnya lalu mereka bertanya, “Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu dahulu yang memerintahkan kami kepada yang kebaikan dan yang melarang kami dari kemungkaran?” Dia menjawab, “Memang betul, aku dulu memerintahkan kalian kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya. Dan aku dulu melarang kalian dari kemungkaran tapi aku sendiri yang mengerjakannya.” (HR. Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 2989)
Semoga dengan mengetahui arti dari kata al ilmu bila amalin kasyajarin bila tsamarin dapat menambah semangat untuk menuntut ilmu dan mengamlkannya.(MZM)
