Memahami Bagian dari Ajaran Islam tentang Tanggung Jawab

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggung jawab adalah sebuah sikap yang hal yang dimiliki setiap manusia dan menjadi bagian dari kodratnya. Bahkan, agama Islam secara khusus menjelaskan tentang tanggung jawab umatnya. Perlu diketahui, tanggung jawab adalah bagian dari ajaran Islam yang disebut mas'uliyyah.
Kenapa tanggung jawab termasuk bagian dari Islam. Hal ini disebabkan karena tanggung jawab merupakan ciri-ciri dari manusia beradab. Sehingga, manusia menyadari akibat perbuatan yang baik maupun yang buruk.
Baca Juga: Syirkah Amlak: Pengertian, Pembagian, dan Dalil yang Membahasnya
Memahami Bagian dari Ajaran Islam tentang Tanggung Jawab
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya); fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain.
Sedangkan dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK oleh HA. Sholeh Dimyathi dan Feisal Ghozali (2018: 70), tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sesuatu sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Sebagai makhluk individu, manusia harus bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri, yaitu dengan menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohaninya sendiri dan juga harus bertanggung jawab terhadap Allah SWT yang Mahapencipta.
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan manusia akan dampak dari perilaku menghindari tanggung jawab. Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; “bagaimana maksud amanat disia-siakan?”, Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." (HR. Bukhari no. 6015).
Para ulama menafsirkan hadits di atas dengan istilah al-mas’uliyyah atau tanggung jawab atas anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia, baik berupa jabatan (hamba sekaligus khalifah) maupun nikmat yang sedemikian banyak. Dengan kata lain, manusia berkewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban di hadapan Allah atas limpahan karunia Ilahi yang diberikan kepadanya.
Hikmah Tanggung Jawab
Terdapat banyak sekali hikmah dan manfaat dari perilaku bertanggungjawab, di antaranya.
Dapat memperhitungkan sebab akibat dan dampak perbuatan di masyarakat.
Mendapatkan solusi dan pengembangan yang tepat.
Mendapatkan kepercayaan orang banyak.
Akan merasakan lebih tenang, aman, dan nyaman dalam segala hal.
Memberikan dampak lebih kuat, nyaman, dan aman dalam menghadapi permasalahan yang harus diselesaikan.
Mendapatkan penghargaan oleh masyarakat.
Adanya sikap tanggung jawab membuat manusia lebih sadar diri akan setiap perbuatannya. Sehingga, tanggung jawab menjadi kedewasaan seseorang. Meski demikian, sikap yang satu ini tidak semerta-merta datang begitu saja. Sebab, kita harus mengasahnya dan harus mengetahui setiap sebab dan akibat akan setiap perbuatan yang ada.(MZM)
