Memahami Fungsi Senyawa Fenol dalam Karbol atau Lisol

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sangatlah membutuhkan berbagai macam hal yang berhubungan dengan fungsi ilmu Kimia, misalnya senyawa fenol. Ketika membersihkan rumah, menyapu atau menyedot debu dan kotoran saja tidaklah cukup. Sebab, di sekitar kita terdapat banyak sekali mikroorganisme yang tidak bisa dihilangkan dengan cara tersebut. Salah satu cara untuk membersihkan mikroorganisme digunakanlah senyawa fenol. Senyawa fenol dalam karbol atau lisbol berfungsi untuk zat desinfekten. Zat inilah yang dapat membunuh mikroorganisme. Untuk mengetahui secara jelasnya, simak penjelasan berikut.
Memahami Fungsi Senyawa Fenol dalam Karbol atau Lisol
Mengutip dari buku Penanganan COVID-19: Best Practice Akademisi UNHAS oleh Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D, dkk (2020:462), desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur pada permukaan benda mati, misalnya dinding, lantai, permukaan benda furniture, dll. Penggunaan desinfektan dapat digunakan dengan cara mengusapkan larutan pada bagian yang terkontaminasi dengan teknik spray atau fogging.
Dalam menggunakan desinfektan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Rongga yang cukup diantara alat-alat yang didesinfeksi, sehingga seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan desinfektan.
Waktu (lamanya) desinfeksi harus tepat, alat-alat yang didesinfeksi jangan diangkat sebelum waktunya.
Desinfektan yang dipakai sebaiknya bersifat germisid (membunuh).
Pengenceran desinfektan harus sesuai dengan yang dianjurkan, dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. Desinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru.
Solusi yang biasa dipakai untuk membunuh spora kuman biasaya bersifat sangat mudah menguap sehingga ventilasi ruangan perlu diperhatikan.
Fenol (C6H5OH) merupakan senyawa aromatik yang memiliki bau yang khas. Fenol merupakan turunan dari benzen (C6H6) yang salah satu gugus atomnya kehilangan atom H. Senyawa ini berasal dari bahan organik yang telah membusuk atau bahan yang terdapat di alam.
Fenol dapat digunakan sebagai desinfektan dan antiseptik karena memiliki aktivitas antimikroba yang bersifat bakterisida namun senyawa ini tidak bersifat sporisid. Fenol diformulasikan dalam bentuk solusi untuk meningkatkan daya penetrasinya dan dapat ditemukan pada karbol, kresol, trikresol, dan heksaklorofen. Senyawa golongan ini biasanya digunakan untuk desinfeksi di bak mandi, permukaan lantai, serta dinding dan peralatan yang terbuat dari kayu.
Fenol biasanya diformulasikan dalam bentuk solusi untuk meningkatkan daya penetrasinya dan pada konsentrasi 5% bahan ini bersifat bakterisida, tuberkulosida, fungisida, dan virusida terhadap virus beramplop. Akan tetapi fenol tidak efektif terhadap virus tidak beramplop dan spora.
Kelebihan dari fenol adalah sifatnya yang stabil, persisten, dan ramah terhadap beberapa jenis material. Akan tepai, fenol juga memiliki kekurangan, yaitu susah terdegradasi, bersifat racun, dan korosif.
Pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Salah satu mencegah adanya penyakit di dalam rumah adalah dengan menggunakan desinfektan yang dapat menghambat atau membunuh mikro orgaisme dalam rumah.(MZM)
