Memahami Harapan Penulis Teks Persuasi bagi Para Pembacanya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanpa kita sadari, kita sering kali menemui teks persuasi dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam bentuk iklan maupun imbauan. Tujuan dan harapan penulis teks persuasi bagi para pembacanya dapat memengaruhi dan membujuknya sesuai dengan keinginan.
Dengan sifat ajakan ini, teks persuasi cenderung memiliki sifat subjektif. Hal ini dikarenakan teks yang satu ini banyak berisi pandangan atau pengalaman pribadi terhadap sebuah topik. Selain itu, banyak data dan fakta yang dipaparkan dengan tujuannya adalah sebagai pendukung agar para pembaca semakin tertarik untuk melakukan akan apa yang dilakukan penulis.
Baca Juga: Hal yang Membedakan Teks Persuasi dengan Jenis Teks Lainnya
Memahami Harapan Penulis Teks Persuasi bagi Para Pembacanya
Mengutip buku Metode Pembelajaran Inovatif oleh Andri Kurniawan, dkk (2022: 116), teks persuai adalah teks persuasif atau bertujuan untuk memengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai suatu hal yang disampaikan oleh penulis. Dalam hal ini beliau berdua menyampaikan bahwa teks persuasi harus mampu memengaruhi atau meyakinkan pembaca.
Selain itu, teks persuasi dapat dikatakan sebagai jenis teks yang berisi ajakan, bujukan, pengaruh, atau imbauan kepada orang lain. Pesan tersebut dapat disampaikan secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implisit). Dengan kata lain, teks persuasi bertujuan untuk mengajak, membujuk, memengaruhi, atau mengimbau orang lain untuk melakukan suatu hal, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ciri-Ciri Teks Persuasi
Ciri-ciri dari teks persuasi di antaranya adalah:
Meyakinkan pembaca dengan mengajak atau membujuk pembaca melalui tulisan.
Menggunakan kata-kata yang dapat mengajak dan mengarahkan pembaca.
Biasanya menghindari masalah/konflik agar mendapatkan kepercayaan pembaca.
Mengandung fakta dan data.
Struktur Teks Persuasi
Secara umum, teks persuasi terdiri dari tiga bagian, yakni:
Pengenalan isu, yaitu berisi pengantar atau menyampaikan tentang masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaraan dapat disebut juga sebagai latar belakang permasalahan.
Rangkaian argumen, yakni berisi sejumlah pendapat atau argumen terkait isu. Pada bagian ini diungkapkan sejumlah data fakta yang memperkuat argumen.
Pernyataan ajakan, yakni sebagai inti dari yang di dalamnya memaparkan dorongan kepada pembaca atau pendengar untuk melakukan sesuatu. Pernyataan itu dapat disampaikan secara tersurat maupun tersirat.
Contoh:
Susu sangat bermanfaat untuk kesehatan kita. Dengan meminum susu, tubuh akan menjadi sehat dan kuat karena susu mengandung banyak kalsium dan protein yang berguna buat tubuh kita. Oleh karena itu, ayo, minum health milk. Susu health milk memiliki segudang manfaat karena kandungan vitamin dan mineralnya lebih banyak dibandingkan dengan produk susu lain. Mari ganti susu Anda dengan health milk. Jadikanlah tubuh Anda sehat dan kuat.
Dengan adanya teks persuasi, kita dapat membuat sebuah tulisan untuk membujuk orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan. Meski demikian, kita juga perlu memaparkan pendukung agar pembaca semakin percaya.(MZM)
