Memahami Inti Ajaran Kitab Zabur yang Diterima Nabi Daud

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk mengimani kitab-kitab Allah SWT sebagai wujud rukun iman ketiga. Allah SWT menurunkan wahyu-wahyu-Nya kepada utusannya, yaitu rasul Allah. Kemudian wahyu Allah disampaikan kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan kebenaran yang ada.
Terdapat empat kitab Allah SWT yang wajib diimani, yakni kitab Taurat kepada Nabi Musa ‘alaihissallam, Kitab Zabur melalui Nabi Daud ‘alaihissallam, Kitab Injil yang disampaikan Nabi Isa ‘alaihissallam, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Inti Ajaran Kitab Zabur yang Diterima Nabi Daud
Kata Zabur berasal dari kata zabaro-yazburu-zabrun yang memiliki arti "tulisan". Kitab Zabur merupakan kitab tertulis yang Allah turunkan kepada Nabi Daud ‘alaihissallam sebagai perunjuk dan peringatan kepada Bani Israil dan para umatnya.
Adapun penjelasan dari kitab Zabur yang diturunkan Allah kepada Nabi Daud sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran Surat Al Isra ayat 55 yang artinya,
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud."
Berbeda dengan Al-Quran, kitab Zabur ditulis dengan bahasa Qibti. Bahasa ini digunakan masyarakat mesir pada zaman kekuasaan Bani Israil sebelum bangsa Arab menguasai Mesir. Pokok dari kitab Zabur berisi tentang dzikir, nasehat, dan hikmah. Namun menurut orang-orang Yahudi dan Nasrani, kitab Zabur terdiri dari 150 pasal agar orang-orang bertauhid kepada Allah SWT.
Sementara menurut buku berjudul Akidah karya Dewi Mulyani (2010: 47), inti dari kitab Zabur berisikan:
Pujian dan penghormatan kepada Allah SWT.
Nasihat-nasihat kebaikan.
Kisah para nabi dan rasul yang akan datang.
Kisah tentang umat atau kaum terdahulu, dan
Dzikir dan doa.
Dalam kitab Zabur tidak mengandung tentang hukum-hukum atau syariat. Sebab pada zaman kepemimpinan Bani Israil, orang-orang telah melaksanakan ajaran, syariat, dan hukum-hukum yang sudah ada dalam Kitab Taurat.
Kitab Zabur yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Daud ‘alaihissallam sebagai paduan untuk berdoa dan berdzikir kepada-Nya. Sehingga kitab ini memilki hikmah yang sangat dalam. (MZM)
