Memahami Landasan Filosofi Pendekatan Kontekstual - Konstruktivisme

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Landasan filosofi pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme yang menekankan pada strategi memperoleh atau proses. Pendekatan tersebut mengutamakan model pembelajaran yang membuka peluang bagi siswa untuk memberdayakan diri.
Ketika pulang tersebut terbuka, siswa dapat menjadi lebih aktif untuk mengonstruksi pemahamannya. Jadi, siswa tidak lagi hanya menjadi penerima materi, melainkan ikut terlibat dalam membangun pemahaman seputar materi pelajaran.
Landasan Filosofi Pendekatan Kontekstual adalah Konstruktivisme yang Menekankan pada Proses
Filosofi pendekatan kontekstual – konstruktivisme merupakan materi yang terdapat dalam pembahasan metode pembelajaran. Oleh karena itu, tidak heran jika pendekatan tersebut kerap muncul dalam kuliah pendidikan guru.
Secara umum, landasan filosofi pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme yang menekankan pada strategi memperoleh atau proses. Hal itu dapat terlihat berdasarkan dasar asumsi dari model pembelajaran kontekstual.
Dikutip dari buku Menjadi Guru Profesional, Zahorik dalam Anwar (2018: 183), model pembelajaran kontekstual merupakan rancangan pembelajaran yang dibangun atas dasar asumsi bahwa knowledge is constructed by human.
Konsep knowledge is constructed by human tersebut kemudian membuat model pembelajaran konstruktivisme berkembang. Model pembelajaran tersebut membuka peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk memberdayakan diri.
Ketika siswa memiliki peluang untuk memberdayakan diri, siswa dapat secara aktif untuk mengonstruksi pemahamannya. Hal itu berarti, siswa tidak lagi menjadi individu pasif yang hanya menerima materi, melainkan berusaha untuk memahaminya.
Konstruktivisme sebagai Landasan Filosofis Pembelajaran Kontekstual
Setelah mengetahui bahwa pendekatan kontekstual – konstruktivisme menekankan pada proses, sekarang adalah saat untuk memperdalam makna konstruktivisme. Konstruktivisme dalam pendekatan tersebut berperan sebagai landasan filosofis
Konstruktivisme merupakan landasan filosofis yang menjadi dasar model pembelajaran kontekstual. Landasan tersebut sangat jauh berbeda dengan objektivis yang menekankan pada hasil pembelajaran.
Mengutip dari buku yang sama, Anwar (2018: 183), dalam pandangan kaum konstruktivis, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa fokus utama dari konstruktivisme adalah strategi untuk membangun. Konstruktivisme tidak mengacu pada hasil pembelajaran saja, seperti nilai atau sejenisnya.
Baca juga: Turunan Capaian Pembelajaran sebagai Acuan Pembelajaran dalam Pendidikan
Demikian menjadi jelas bahwa landasan filosofi pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme yang menekankan pada strategi memperoleh atau proses. Pembelajaran lebih berupaya untuk membangun pemahaman daripada menekankan hasil. (AA)
