Memahami Lawan Kata Tinggi dan Kata Lainnya yang Sering Ditanyakan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lawan kata merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia sejak bangku SD. Namun, banyaknya kosakata dalam bahasa Indonesia membuat sulit untuk mengetahui setiap lawan kata, misalnya saja lawan kata tinggi.
Padahal tinggi merupakan kata yang kerap digunakan. Sehingga, memahami lawan kata tinggi menjadi hal yang perlu diketahui. Di sisi lain, ada banyak lawan kata yang sering ditanyakan orang untuk menambah kosakata bahasa Indonesia.
Lawan Kata Tinggi
Dikutip dari buku EYD dan Tata Bahasa Indonesia, Engkay Sobariah S.Pd (2016: 226), antonim adalah suatu kata dengan arti berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan butir leksikal yang memiliki ciri semantik bersama, tetapi juga memperlihatkan kontras makna dan bahkan perlawanan makna.
Singkatnya, antonim adalah bentuk dua kata yang saling berlawanan arti atau berlawanan makna.
Antonim dibagi menjadi beberapa jenis, yakni:
1. Antonim Mutlak
Antonim mutlak adalah antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata secara mutlak. Misalnya saja:
Hidup >< Mati
Ada batasan yang jelas dan tegas antara kata hidup dan mati. Sesuatu yang hidup tentu belum mati, dan sesuatu yang mati pasti tidak hidup.
2. Antonim Kutub
Antonim kutub yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata tidak secara mutlak, tetapi secara gradasi.
Hal ini dikarenakan karena batasan makna kata satu dan lainnya tidak dapat ditentukan dengan jelas dan tegas. Artinya, terdapat tingkat-tingkat makna pada kata-kata yang bertentangan tersebut.
Kaya >< Miskin
Besar >< Kecil
Jauh >< Dekat
3. Antonim Hubungan
Antonim hubungan merupakan yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata yang bersifat saling melengkapi atau bersifat relasional. Artinya, kehadiran kata yang satu karena ada kata yang lain yang menjadi oposisinya.
Contoh:
Suami >< Istri
Maju >< Mundur
Pulang >< Pergi
Ayah >< Ibu
4. Antonim Hierarkial
Antonim hierarkial adalah antonim yang mengemukakan makna kata-kata berupa deret jenjang atau tingkatan. Oleh karena itu, kata-kata yang beroposisi hierarkial adalah kata-kata berupa nama satuan ukuran, nama satuan hitungan dan penanggalan, nama jenjang kepangkatan dan sebagainya.
Contoh:
Meter >< Kilometer
Gram >< Kilogram
5. Antonim Majemuk
Antonim majemuk yang disebut juga dengan oposisi majemuk adalah salah satu dari jenis-jenis antonim yang dipertentangkan mempunyai oposisi lebih dari satu kata. Dalam artian, satu kata tidak selalu harus beroposisi dengan satu kata saja.
Contoh:
Sedih >< Senang
Berdiri >< Duduk
Lalu, bagaimana dengan lawan kata dari tinggi?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tinggi memiliki arti jauh jaraknya dari posisi sebelah bawah; panjang (tentang badan); sudah agak jauh ke atas; yang sebelah atas; sudah lanjut (tentang umur); banyak atau mahal; sudah maju (tentang kecerdasan, peradaban, dan sebagainya).
Adapun lawan kata dari tinggi adalah rendah. Artinya, lawan kata tinggi termasuk ke dalam jenis antonim kutub.
Lawan Kata yang Sering Ditanyakan
Adapun lawan kata yang cukup sering ditanyakan yakni:
Cinta >< Benci
Abdi >< Majikan
Hemat >< Boros
Asli >< Palsu
Kontrol >< Acuh
Abstrak >< Konkrit
Absurd >< Rasional
Afirmatif >< Negatif
Kontradiksi >< Konvergensi
Krusial >< Sepele
Antagonis >< Protagonis
Arbitrer >< Esensial
Bhinneka >< Tunggal
Botani >< Nabati
Deduksi >< Induksi
Negasi >< Konfirmasi
Diskursus >< Dogma
Epigon >< Maestro
Eklektik >< Gradul
Sinergi >< Dualistik
Konklusif >< Elusif
Baca Juga: Lawan Kata Poliandri Lengkap dengan Pembahasannya
Demikianlah penjelasan dari lawan kata tinggi dan beberapa kata yang banyak ditanyakan. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan dapat membantu saat menemui pertanyaan semacam ini.(MZM)
