Memahami Makna Budaya Akademik dalam Islam dan Etos Kerja

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam adalah agama yang mengatur segala hal secara komperhensif untuk manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi. Oleh karenanya, agama Islam mengatur secara lengkap tentang aspek-aspek kehidupan manusia, mulai dari akidah, ibadah, muamalah, budaya akademik, dan etos kerja. Lantas, apa makna budaya akademik dalam Islam dan etos kerja?
Memahami Makna Budaya Akademik dalam Islam dan Etos Kerja
Mengutip buku Isu-Isu Global Manajemen Pendidikan Islam oleh Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd., dkk (2021:4), budaya akademik adalah budaya yang universal dalam akademisi, di mana seseorang akan mengembangkan potensi akademiknya untuk mencari sebuah kebenaran dalam menggali keilmuannya melalui penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh akademisi tidak hanya sebatas mencari kebenaran yang hakiki, akan tetapi hasil penelitian yang di perolehkannya akan menjadi acuan untuk menjalankan sebuah institusi pendidikan.
Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik
Untuk melihat secara nyata apakah budaya akademik berjalan dengan baik, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat, yakni:
Penghargaan terhadap pendapat orang lain secara obyektif
Pemikiran rasional dan kritis-analitis dengan tanggungjawab moral
Kebiasaan membaca
Penambahan ilmu dan wawasan
Kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat
Penulisan karya ilmiah
Diskusi ilmiah
Proses belajar mengajar
Kata etos berasal dari bahasa Yunani ethos yang artinya sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial.
Makna budaya akademik dan etos kerja dalam Islam adalah belajar dan bekerja sesuai dengan apa yang disyariatkan dalam Islam dan sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Beliau menjadikan kerja bukan untuk menumpuk kekayaan, namun sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan agar mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Terdapat beberapa poin yang menjelaskan kunci etos kerja Nabi Muhammad SAW, yakni:
Selalu bekerja secara terbaik, profesional, dan tidak asal-asalan.
Melaksanakan pekerjaan dengan manajemen yang baik, perencanaan yang jelas, pentahapan aksi, dan adanya penetapan skala prioritas.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun.
Segala aktivitasnya benar-benar terarah dan terfokus.
Bekerja secara tuntas, berkualitas, dan tidak menangguhkan hal-hal lainnya.
Bekerja secara bersama dengan tim solid yang percaya pada fisi dan misi bersama.
Pribadi yang sangat menghargai waktu.
Demikianlah penjelasan singkat tentang makna budaya akademik dalam Islam dan etos kerja. Semoga informasi di atas membuat kita semakin bersemangat dalam mencari ilmu dan mengais rezeki tanpa melupakan hakikat sebagai hamba Allah.(MZM)
