Memahami Mikrohabitat dan Habitat serta Jenis Interaksinya dalam Ekosistem

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mikrohabitat adalah materi Biologi untuk tingkat SMA. Siswa akan mempelajari tentang ekosistem yang ditempati oleh suatu organisme.
Siswa akan belajar memahami perbedaan habitat dengan mikrohabitat. Selain itu, dipelajari juga interaksi yang terjadi antarorganisme dalam ekosistem.
Mikrohabitat dan Tempat Hidup
Mikrohabitat disebut juga relung (niche) dalam ekosistem. Berdasarkan buku Terminologi Biomedis, Purwanto (2021:454), penjelasan mengenai habitat dan mikrohabitat adalah sebagai berikut.
Tempat hidup suatu organisme dinamakan habitat. Selain habitat tersebut, masih banyak tempat hidup yang lebih kecil lagi yang dinamakan mikrohabitat.
Contohnya celah-celah pada kulit pohon pinus, ruang di antara daun-daunan, di dalam buah-buahan, dan di antara partikel tanah.
Mikrohabitat merupakan bagian dari habitat yang luas, dan dapat memiliki iklim yang berlainan dengan habitat tadi. Di dalam mikrohabitat terdapat komunitas kecil-kecil, dan mungkin terdapat organisme yang tidak ada di tempat lain.
Jenis Interaksi dalam Ekosistem
Interaksi organisme dapat terjadi baik dengan satu spesies yang sama maupun yang berbeda spesiesnya. Jenis-jenis interaksi adalah sebagai berikut.
Netralisme, hubungan tidak saling mempengaruhi antarorganisme meskipun hidup dalam habitat yang sama. Contohnya antara capung dan sapi.
Predasi, hubungan antara pemangsa (predator) dan mangsanya. Contohnya singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa, dan burung hantu dengan mangsanya tikus.
Parasitisme, hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, dengan spesies yang satu diuntungkan dan spesies lain dirugikan. Contohnya infeksi bakteri Staphylococcus pada sapi yang menyebabkan Mastitis.
Komensialisme, interaksi dua organisme dengan spesies yang satu diuntungkan, sedangkan spesies lainnya tidak terpengaruh sama sekali. Contohnya tanaman anggrek atau paku yang tumbuh pada pohon inangnya.
Mutualisme, hubungan menguntungkan antara dua organisme yang berbeda spesiesnya. Contoh: bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan (legum).
Amensialisme/Antibiosis. Pada interaksi ini, suatu organisme menghasilkan zat yang bersifat toksik, sehingga merugikan organisme lain. Contohnya Jamur Penicillium yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain di sekitarnya.
Kompetisi, dapat terjadi baik antar sesama spesies (kompetisi intraspesifik) maupun berbeda spesiesnya (kompetisi interspesifik). Contohnya persaingan antara populasi kuda dengan populasi sapi di padang rumput.
Baca juga: Mengenal Habitat Ikan Kembung Hidup di Air Asin
Tempat hidup organisme disebut habitat. Mikrohabitat adalah bagian dari habitat yang lebih kecil lagi atau spesifik.(DK)
