Konten dari Pengguna

Memahami Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pancasila sebagai ideologi terbuka isinya tidak langsung operasional maksudnya adalah (Foto Mufid Majnun | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pancasila sebagai ideologi terbuka isinya tidak langsung operasional maksudnya adalah (Foto Mufid Majnun | Unsplash.com)

Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka isinya tidak langsung operasional maksudnya adalah tidak terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret yang bersifat keras yang wajib ditaati oleh seluruh warga. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Baca juga: Peran Pancasila sebagai Norma Dasar Negara yang Fundamental

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Ilustrasi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka (Foto: Bisma Mahendra | Unsplash.com)

Abdulkarim dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XII SMA (2008) menjelaskan Pancasila ditetapkan menjadi dasar negara Indonesia pada 18 Agustus 1945. Tepatnya pada Pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945 disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai dasar negara.

Kelima sila dimusyawarahkan dan dari situ tercapailah sebuah kemufakatan bahwa Pancasila dijadikan sebagai dasar negara Republik Indonesia. Ideologi Pancasila adalah dasar negara yang berfungsi dalam menggambarkan tujuan negara dan dalam proses untuk mencapai tujuan negara.

Ideologi adalah hasil dari refleksi manusia. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat sekaligus membentuk masyarakat menuju cita-cita. Ideologi merupakan pilihan yang jelas dan diperlukan komitmen demi mewujudkannya.

Fungsi pancasila untuk memberikan orientasi ke depan telah menuntut bangsa Indonesia untuk menyadari situasi yang sedang dihadapi. Dalam hal ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern membuat dunia semakin kecil dan interdependensi bangsa-bangsa di dunia semakin kuat.

Berbagai tantangan yang ada di era globalisasi ini bisa diatasi oleh bangsa Indonesia jika kita tetap mempertahankan identitas dan terus berkembang agar bisa bersaing dengan bangsa lain.

Oleh karena itu, Pancasila perlu tampil sebagai ideologi terbuka karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan yang dimaksud bukannya mengubah nilai dasar Pancasila, melainkan mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkret agar memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah baru.

Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang sifatnya mendasar dan secara tidak langsung bersifat operasional.

Dimensi Ideologi Pancasila

Beberapa dimensi yang menunjukkan ciri khas dalam ideologi Pancasila adalah:

  • Dimensi teologis. Dimensi yang menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945.

  • Dimensi etis. Dimensi yang menunjukkan bahwa dalam Pancasila, manusia dan martabat manusia mempunyai kedudukan yang sentral,

  • Dimensi integral-integratif. Dimensi yang menempatkan manusia tidak secara individualis, tetapi dalam konteks strukturnya.

Dari dimensi-dimensi tersebut, Pancasila sebagai ideologi terbuka bisa terwujud jika hal-hal berikut ini dilaksanakan dengan optimal:

  • Perlunya dinamisasi kehidupan masyarakat agar tumbuh mekanisme sosial yang mampu menanggapi permasalah dengan daya inovasi, kreasi, dan kompetisi.

  • Perlunya demokratisasi masyarakat yang mampu membentuk setiap warga negara menjadi dewasa dan mampu bertindak berdasarkan keputusan dan tanggung jawab pribadi.

  • Perlu terjadi nya fungsionalisasi atau refungsionalisasi lembaga pemerintah dengan lembaga masyarakat.

  • Perlu dilaksanakan institusionalisasi nilai-nilai yang membuat seluruh mekanisme masyarakat berjalan dengan wajar dan sehat.

Demikian penjelasan tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka yang harus kalian pahami. (KRIS)