Memahami Penjelasan Teori Pasangan Asam Basa Konjugasi dalam Kimia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat kamu belajar Kimia, salah satu materi yang dipelajari adalah asam basa. Dalam sebuah reaksi, asam dan basa dapat membentuk konjugasi, baik berupa konjugasi asam maupun konjugasi basa. Konjugasi terjadi karena adanya senyawa yang melepaskan dan menerima proton. Untuk mengetahui lebih jeasnya, berikut penjelasan dari pasangan asam dan basa konjugasi dalam Kimia.
Memahami Penjelasan Teori Pasangan Asam Basa Konjugasi dalam Kimia
Dikutip dari buku Super Genius Olimpiade Kimia SMA karya Nurdin Riyanto dan Ari Yustusua Akbar (2009:111), terdapat setidaknya tiga macam teori tentang asam dan basa.
Teori Asam Basa Arrhenius
Pada tahun Svante Arrhenius, salah seorang ilmuwan Kimia mengeluarkan teori tentang asam basa. Menurut Arrhenius, asam adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen H+. Sedangkan basa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida, OH-. Dalam teori ini, ion H+ adalah pembawa sifat asam, dan ion OH- sebagai pembawa sifat basa.
Contoh asam menurut Arrhenius adalah senyawa HCI yang jika dilarutkan dalam air akan terionisasi sebagai berikut: HCl(g) + H2O(l) > Cl-(aq) + H3O+ (aq)
Teori Asam Basa Bronsted-Lowry
Teori asam basa menurut Bronsted-Lowry adalah spesi yang menjadi donor (penghasil) H+ dan basa yang menjadi akseptor (penerima) H+. Dalam reaksi asam basa Bronsted-Lowry, ion hidrogen berpindah dari asam ke basa. Contoh:
CH3COOH(aq) + H2O(l) ⇌ H3O+ (aq) + CH3COO-(aq)
Pada reaksi ion hidrogen berpindah dari asam asetat ke air, maka asam asetat disebut sebagai asam sedangkan air disebut basa. Dalam teori ini, dikenal istilah asam basa konjugasi. Basa konjugasi merupakan produk yang dihasilkan setelah suatu asam melepaskan ion H+. Untuk reaksi di atas, maka CH3COOH (asam1) dengan CHCOO (basa2) merupakan pasangan asam-basa konjugasi. Begitu juga pasangan asam2 dan basa2. Secara sederhana, teori ini dapat dituliskan sebagai berikut:
Asam ⇌ H+ + basa konjugasi
Basa + H+ ⇌ asam konjugasi
Setiap reaksi asam Bronsted-Lowry akan terdapat dua pasang asam-basa konjugasi. Salah satu keunggulan dari teori ini bahwa teori ini tak terbatas pada senyawa yang dilarutkan dalam air. Untuk menentukan pasangan asam-basa konjugasi dengan cara:
Pasangan asam 1 – basa 2 dan basa 1 – asam 2
Contoh:
Tanpa Air
HCl(g) + NH3(l)) ⇌ NH4+ (g) + Cl-
Menggunakan Air
HCl(g) + H2O(aq) ⇌ H30+(aq) + CL-(aq)
Teori Asam Basa Lewis
Jika teori asam basa menurut Bronsted-Lowry tidak mampu menjelaskan zat yang tidak mengandung atom hidrogen (sifat aprotik) tetapi ia bersifat asam. Hingga pada tahun 1932, seeorang kimiawan bernama Gilbert N. Lewis mengemukakan teori asam basa yang lebih luas dibanding dua teori sebelumnya.
Menurut Lewis. reaksi asam basa merupakan reaksi serah terima (transfer) pasangan elektron. Sehingga, menurut Lewis, yang disebut sebagai basa adalah spesi yang memiliki pasangan elektron bebas dan mampu didonorkan kepada zat lain. Sedangkan asam-basa spesi yang menerima pasangan elektron tersebut.
Contoh
BF3 + :NH3 > F3B:NH3
Nah, itu dia penjelasan tantang pasangan asam-basa konjugasi. Pada awalnya memang sulit. Namun jika banyak balajar dan berlatih, maka materi ini menjadi sangat mudah.(MZM)
