Memahami Ragam Lisan atau Bunyi dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ragam lisan atau bunyi merupakan salah satu aspek yang harus dipelajari dalam bahasa Indonesia. Ragam lisan atau bunyi menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki berbagai variasi bahasa.
Mempelajari materi tersebut merupakan bentuk upaya untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sehingga dalam menyampaikan suatu pesan bisa menggunakan bahasa Indonesia yang tepat.
Memahami Ragam Lisan Atau Bunyi
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Mohammad Kanzunnudin, (2016), ragam lisan merupakan bahasa yang digunakan oleh pemakai bahasa dalam berkomunikasi.
Ragam lisan atau bunyi adalah salah satu aspek penting dalam bahasa Indonesia. Ragam ini adalah variasi bahasa yang digunakan oleh penutur sesuai dengan situasi, tujuan, dan fungsi komunikasi.
Ragam lisan maupun bunyi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ragam lisan formal dan ragam lisan informal.
1. Ragam Lisan Formal
Ragam lisan formal adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, baku, dan formal, seperti pidato, ceramah, presentasi dan sebagainya. Ada beberapa ciri-ciri dari penggunaan ragam lisan formal, di antaranya adalah sebagai berikut:
Menggunakan bahasa baku yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.
Menggunakan kalimat yang lengkap, jelas, dan logis.
Menggunakan kata-kata yang sopan, santun, dan hormat.
Menggunakan intonasi, tekanan, dan nada yang sesuai dengan maksud dan tujuan komunikasi.
Menghindari penggunaan bahasa gaul, slang, singkatan, atau istilah asing yang tidak baku.
2. Ragam Lisan Nonformal
Ragam lisan nonformal adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi santai, tidak baku atau informal, seperti percakapan sehari-hari, obrolan ringan, humor, gosip, dan sebagainya. Ragam lisan informal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Menggunakan bahasa tidak baku yang sesuai dengan kebiasaan penutur.
Menggunakan kalimat yang singkat, sederhana, dan tidak terlalu memperhatikan kaidah tata bahasa Indonesia.
Menggunakan kata-kata yang bebas, ekspresif, dan emosional.
Menggunakan intonasi, tekanan, dan nada yang bervariasi sesuai dengan suasana hati dan perasaan penutur.
Menggunakan bahasa gaul, slang, singkatan, atau istilah asing yang populer di kalangan penutur.
Baca juga: Cara Membuat Simpulan dari Sumber Teks Bahasa Indonesia
Ragam lisan atau bunyi sangat berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi. Oleh karena itu, penutur harus mampu menyesuaikan ragam lisan atau bunyi yang digunakan dengan situasi, tujuan, dan fungsi komunikasi. (WWN)
