Memesona atau Mempesona yang Sesuai dengan Ketentuan Imbuhan Bahasa Indonesia?

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anda pasti pernah mendapati penulisan kata memesona dan mempesona. Memesona atau mempesona? Simak kata yang sesuai dengan ketentuan imbuhan dalam bahasa Indonesia berikut ini.
Kata dalam bahasa Indonesia pada umumnya terdiri atas kata dasar dan kata jadian. Berdasarkan buku Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi yang disusun oleh Zaenal Arifin, Junaiyah (Grasindo), sebuah kata jadian dapat dibentuk dari dua macam kata dasar, antara lain;
Kata dasar yang tanpa imbuhan apa pun telah memiliki makna yang independen, atau disebut dasar bebas. Contoh, mandi, marah, bangun, dan sungai.
Kata dasar yang maknanya dapat ditentukan setelah mendapat imbuhan, atau disebut dasar terikat. Contoh, sua, temu, dan juang.
Penulisan Memesona atau Mempesona?
Pesona adalah salah satu kata dasar yang bisa diberi imbuhan. Memesona atau mempesona?
Afiksasi atau pengimbuhan dalam bahasa Indonesia dapat berupa awalan (prefiks), akhiran (sufiks), sisipan (infiks), imbuhan gabung (simulfiks), imbuhan terbelah (konfiks), atau kombinasinya.
Pada bentuk Prefiks atau Awalan meng- terdapat beberapa ketentuan sebagai berikut,
Jika prefiks meng- ditambahkan pada kata dasar yang dimulai dengan fonem \a, i, u, e, o, k, h, atau x/, maka bentuknya tetap meng- atau men-. Contoh, mengawali, menghitung, mengubah, mengekor, mengarang.
Jika prefiks meng- ditambahkan pada kata dasar yang dimulai dengan fonem \l, m, n, r, y, w/, maka bentuknya akan menjadi me-. Contoh, melalui, meronta, meyakini, mewariskan.
Jika prefiks meng- ditambahkan pada kata dasar yang dimulai dengan fonem \d, t/, prefiks akan berubah menjadi men-. Contoh, mendengar, menulis.
Jika prefiks meng- ditambahkan pada kata dasar yang dimulai dengan fonem \b, p, f/, prefiks akan berubah menjadi mem-. Contoh membawa, memarkir, memfitnah.
Jika prefiks meng- ditambahkan pada kata dasar yang dimulai dengan fonem \c, j, s/, maka bentuknya akan menjadi men-, atau meny-. Contoh, mencubit, menjadikan, menyapu.
Jika prefiks meng- ditambahkan pada kata dasar yang bersuku satu, maka berubah menjadi menge-. Contoh, mengelas, mengerem, mengecat, mengelap.
Memesona atau mempesona? Berdasarkan ketentuan imbuhan bahasa Indonesia diatas, prefiks meng- yang ditambahkan pada kata dasar berawalan fonem \p/ (pesona) akan berubah menjadi mem- atau memesona.(DK)
