Meneladani Sifat Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah dari Rasulullah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah menurunkan wahyu-Nya kepada manusia yang disampaikan oleh para rasul. Rasul Allah bertugas untuk menyampaikan petunjuk, kabar gembira, peringatan serta kabar gembira. Meskipun para rasul Allah seorang manusia, namun mereka memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat yang melekat pada rasul disebut sebagai sifat wajib yang terdiri dari sidiq, amanah tabligh, dan fathonah.
Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah, Sifat Rasulullah
Adapun pengertian sidiq, amanah tabligh, dan fathonah yang dikutip dari buku berjudul Nilai-Nilai Profetik Dalam Kepemimpinan Modern Pada Manajemen Kenerja karangan Dr. Indah Kusuma Dewi, M.Pd.I dan Ali Mashar M.Pd.I (2019: 27).
1. Sidiq
Sidiq memiliki arti benar dan jujur dalam mencapai tujuan mulia. Para rasul selalu berkata banar, baik menyampaika wahyu Allah maupun kebenaran yang perlu disampaikan manusia walau bertentangan dengan pemikiran manusia.
Sifat sidiq ini dijelaskan dalam Surat Maryam ayat 41 yang artinya,
Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.”
2. Amanah
Amanah merupakan sifat rasul yang artinya dapat dipercaya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menjalankan tugasnya dipercaya untuk menyampaikan wahyu Allah dan mendapat kepercayaan manusia. Tugas rasul yang satu ini dijelaskan dalam Surat Asy Syu’ara ayat 106-107 yang artinya
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.”
3. Tabligh
Sifat tabligh yang dimiliki rasul memiliki arti menyampaikan. Berbeda dengan nabi yang hanya menerima wahyu Allah, tugas rasul adalah menerima dan menyampaikan wahyu Allah. Selain itu, para rasul juga menyampaikan kabar gembira, kebenaran dan larangan kepada manusia. Allah memerintahkan rasul-Nya untuk menyampaikan kepada para manusia dijelaskan secara jelas dalam Surat Al Maidah ayat 67 yang artinya,
Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir"
4. Fathonah
Dalam menyampaikan wahyu Allah, para rasul harus mempunyai sifat fathonah yang artinya cerdas. Dalam melaksanakan tugasnya, para rasul harus mempunyai strategi-stategi khusus. Karena tiap manusia dalam menerima kebenaran tidaklah sama dan banyak dari mereka yang enggan menerima kebenaran dari Allah.
Itulah penjelasan tentang sifat-sifat yang melekat pada rasul Allah yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah dalam menyampaikan wahyu. Semoga sifat-sifat tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (MZM)
