Konten dari Pengguna

Mengapa Allah Swt Menetapkan Hukum Halal dan Haram? Ini Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan mengapa allah swt menetapkan hukum halal dan haram. Sumber: muhammad amaan/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan mengapa allah swt menetapkan hukum halal dan haram. Sumber: muhammad amaan/unsplash

Jelaskan mengapa Allah Swt. menetapkan hukum halal dan haram. Hukum halal dan haram adalah salah satu materi mata pelajaran agama Islam yang diajarkan di sekolah atau madrasah.

Sebagai umat Islam, memang perlu mengetahui hukum halal dan haram. Dengan mengetahui hukum tersebut maka umat Islam dapat memilih dan memilah mana yang boleh dan mana yang dilarang oleh agama Islam.

Jelaskan Mengapa Allah Swt Menetapkan Hukum Halal dan Haram!

Ilustrasi jelaskan mengapa allah swt menetapkan hukum halal dan haram. Sumber: zahra tavakoli fard/unsplash

Jelaskan mengapa Allah Swt. menetapkan hukum halal dan haram! Karena Allah Swt. adalah sang pencipta dan pemberi nikmat kepada manusia, sehingga berhak menghalalkan atau mengharamkan sesuatu.

Allah Swt. telah menyediakan segala apa yang ada di bumi ini untuk manusia. Seperti pada dasarnya makanan dan minuman itu halal untuk dimakan dan diminum jika makanan tersebut mengandung manfaat dan maslahat, baik kepada rohani umat Islam maupun kepada jasmani.

Maka makanan yang berbahaya bagi kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani dilarang oleh agama Islam.

Mengutip buku Makanan yang Halal & Haram, Suryana (2009) segala makanan dan minuman yang baik dan bermanfaat dihalalkan, sedangkan yang mengandung madharat (bahaya) diharamkan.

Allah Swt berfirman dalam Alquran Surat Al-Araf 157:

اَ لَّذِيۡنَ يَتَّبِعُوۡنَ الرَّسُوۡلَ النَّبِىَّ الۡاُمِّىَّ الَّذِىۡ يَجِدُوۡنَهٗ مَكۡتُوۡبًا عِنۡدَهُمۡ فِى التَّوۡرٰٮةِ وَالۡاِنۡجِيۡلِ يَاۡمُرُهُمۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهٰٮهُمۡ عَنِ الۡمُنۡكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ الۡخَبٰۤٮِٕثَ وَيَضَعُ عَنۡهُمۡ اِصۡرَهُمۡ وَالۡاَغۡلٰلَ الَّتِىۡ كَانَتۡ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ فَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا بِهٖ وَعَزَّرُوۡهُ وَنَصَرُوۡهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوۡرَ الَّذِىۡۤ اُنۡزِلَ مَعَهٗ ۤ‌ ۙ اُولٰۤٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ

Al-lazina yattabi'unar-rasulan nabiyyal-ummiyyal-lazi yajidunahu maktuban 'indahum fit-taurati wal-injili ya'muruhum bil-ma'rufi wa yanhahum 'anil-munkari wa yuhillu lahumut-tayyibati wa yuharrimu 'alaihimul-khaba'isa wa yada'u 'anhum israhum wal-aglalal-lati kanat 'alaihim, fal-lazina amanu bihi wa 'azzaruhu wa nasaruhu wattaba'un nural-lazi unzila ma'ah(u), ula'ika humul-muflihun

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."

Ayat diatas secara hukum menegaskan untuk menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk.

Yang dimaksud dengan yang baik ialah yang halal lagi baik, tidak merusak akal, pikiran, jasmani dan rohani. Sedangkan yang dimaksud dengan buruk ialah yang haram, yang merusak akal, pikiran, jasmani dan rohani.

Baca Juga: 3 Manfaat Beriman kepada Kitab-Kitab Allah Swt.

Demikian uraian jawaban dari pertanyaan, jelaskan mengapa Allah Swt. menetapkan hukum halal dan haram. Semoga jawaban ini dapat membantu mendalami materi mata pelajaran agama Islam. (ARD)