Mengapa dalam Kalender Masehi Terdapat 12 Bulan dalam Setahun? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa dalam kalender Masehi terdapat 12 bulan dalam setahun? Kalender Masehi merupakan sistem penanggalan yang digunakan secara luas di dunia. Kalender ini terdiri atas 12 bulan dengan jumlah hari yang berbeda-beda.
Penanggalan Masehi yang digunakan sekarang mengikuti kalender Gregorian, tetapi berdasarkan pada kalender Romawi Kuno. Kalender Romawi adalah kalender lunar yang juga memiliki 12 bulan, sama seperti kalender Masehi.
Penjelasan Mengapa dalam Kalender Masehi Terdapat 12 Bulan dalam Setahun
Mengutip dari Raja Bank Soal IPA SD Kelas 4, 5, & 6, Alifah (2015:251), kalender Masehi atau kalender Matahari dibuat berdasarkan revolusi Bumi. Dalam kalender Masehi, satu tahun dibagi menjadi 12 bulan.
Mengapa dalam kalender Masehi terdapat 12 bulan dalam setahun? Dasar perhitungan kalender Masehi adalah revolusi Bumi, yaitu perputaran Bumi mengelilingi Matahari. Untuk menyelesaikan satu revolusi penuh, Bumi memerlukan waktu 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 45,25 detik.
Sedangkan, jumlah hari dalam kalender Masehi adalah 365 hari sehingga ada ketidaksesuaian antara jumlah hari setahun dengan lama revolusi Bumi. Untuk menyesuaikan hal tersebut, setiap 4 tahun sekali jumlah hari di bulan Februari ditambah 1. Tahun dengan 366 hari ini disebut sebagai tahun kabisat.
Berikut pembagian jumlah hari dalam kalender Masehi.
Bulan Januari = 31 hari
Bulan Februari = 28 atau 29 hari
Bulan Maret = 31 hari
Bulan April = 30 hari
Bulan Mei = 31 hari
Bulan Juni = 30 hari
Bulan Juli = 31 hari
Bulan Agustus = 31 hari
Bulan September = 30 hari
Bulan Oktober = 31 hari
Bulan November = 30 hari
Bulan Desember = 31 hari
Karakteristik Kalender Masehi
Kalender Masehi memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dengan sistem penanggalan lain. Berikut beberapa karakteristik kalender Masehi.
1. Berbasis Matahari
Kalender Masehi merupakan kalender Matahari yang dihitung berdasarkan pergerakan Bumi mengelilingi Matahari. Berbeda dengan kalender lunar yang dihitung berdasarkan fase Bulan.
2. Titik Awal Penanggalan
Titik awal perhitungan tahun pada kalender Masehi adalah kelahiran Yesus Kristus. Tahun-tahun sebelumnya dihitung mundur dan disebut Sebelum Masehi (SM).
3. Mudah Dikonversi ke Sistem Penanggalan Lain
Kalender Masehi juga mudah dikonversi ke sistem penanggalan lainnya. Hal ini membuat kalender Masehi ideal digunakan secara internasional.
Baca juga: Dasar Perhitungan Kalender Hijriah
Mengapa dalam kalender Masehi terdapat 12 bulan dalam setahun? Jawabannya adalah karena kalender Masehi dihitung berdasarkan revolusi Bumi yang membutuhkan waktu sekitar 365 hari. (KRIS)
