Mengapa Hanya Nabi Muhammad yang Bergelar Uswatun Hasanah? Ini Alasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa hanya Nabi Muhammad yang bergelar uswatun hasanah? Sebagai seorang Muslim, penting sekali untuk mengetahui alasan disematkannya gelar uswatun hasanah kepada Nabi Muhammad. Mengingat, beliau adalah sosok pemimpin yang paling diteladani dan dihormati oleh umat Islam. Bahkan, Nabi Muhammad juga menjadi Nabi penutup zaman karena agama terakhir yang membawa kebenaran adalah agama Islam. Untuk mengetahui alasan dipilihnya Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah, maka sebaiknya ketahui terlebih dahulu makna dari uswatun hasanah itu sendiri.
Gelar Uswatun Hasanah untuk Rasulullah
Mengutip buku Air Mata Santri di Negeri Pesantren oleh Nisa’atun Nafisah (2021), uswatun hasanah memiliki arti teladan yang baik. Teladan yang dimaksud di sini adalah merujuk pada sifat Rasulullah yang sangat terpuji, sehingga dijadikan sebagai panutan bagi umat Islam. Rasulullah adalah laki-laki pilihan Allah SWT yang mendapat perintah untuk menyampaikan ajaran agama yang benar. Agama tersebut tidak lain adalah agama Islam.
Sifat-sifat yang terdapat pada Rasulullah sangat layak untuk dijadikan teladan bagi umat Islam di seluruh dunia. Sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasulullah yakni siddiq, fathonah, tabligh, dan amanah. Oleh karena itu, tidak heran jika setiap perkataan dan perbuatannya disebut dengan sunnah.
Dalil tentang Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah
Nabi Muhammad adalah sebaik-baiknya panutan (uswah hasanah) dalam segala keadaan beliau, terkecuali dalam hukum-hukum yang dikhususkan untuk beliau semata. Allah SWT berfirman:
Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al Ahzab: 21)
Rasulullah hadir di muka bumi bukan tanpa alasan. Beliau diciptakan memang untuk menjadi penuntun umat Islam yang berada dalam masa jahiliyah menuju jalan kebenaran. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Saba’ ayat 28 yang artinya:
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28).
Sekarang, Anda sudah tahu mengapa Nabi Muhammad menjadi teladan bagi umat manusia, bukan? Alasannya tidak lain adalah setiap perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad menjadi penuntun manusia menuju jalan kebenaran. (DLA)
